Lompat ke isi

2025 Transformasi Pasangan Kawin Paksa Menuju Keluarga Sakinah di Desa Bangkes Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan: Studi Penerapan Konsep Mubadalah

Dari Kupipedia
Revisi sejak 22 April 2026 14.12 oleh Agus Munawir (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
JudulTransformasi Pasangan Kawin Paksa Menuju Keluarga Sakinah di Desa Bangkes Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan: Studi Penerapan Konsep Mubadalah
Penulis
  • Khoirinnisak (Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Madura)
  • Habib (Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Madura)
SeriVol. 7 No. 2 (2026): Januari
Tahun terbit
2025-12-01
ISSN2714-6917
DOIdoi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i2.63138
Sumber OriginalIqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah
(Download Original)

Abstrak: Kawin paksa merupakan fenomena yang masih kerap terjadi di kalangan masyarakat Indonesia termasuk di desa Bangkes kecamatanKadur kabupaten Pamekasan. Namun berbeda dengan pandangan tersebut,sebagian besar pasangan kawin paksa di desa tersebut justru berhasil membentuk keluarga yang harmonis serta berhasil mewujudkan nilai-nilai keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.Fenomena ini menarik untuk diteliti karena menunjukkan adanya proses transformasi relasi yang semula berlandaskan keterpaksaan menjadi hubungan yang dilandaskan kesalingan, cinta kasih dan kedamaian melalui penerapan konsep mubadalah.Permasalahan dalam penelitian ini adalah; bagaimana praktik kawin paksa di desa bangkes Kecamatankadur Kabupaten Pamekasan?, faktor-faktor apa saja yang mendorong terjadinya transformasi (relasi suami-istri) pada perkawinan paksa menuju keluarga sakinahdi desa bengkes Kecamatankadur Kabupaten Pamekasan?, bagaimana nilai-nilai konsep mubadalahditerapkan dalam proses transformasi pasangan kawin paksa menuju keluarga sakinahdi desa bangkes kecamatankadur kabupaten Pamekasan? Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian dipilih Desa Bangkes KecamatanKadur Kabupaten Pamekasan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan serta metode dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan teknik editing, organizing serta analizing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kawin paksa di Desa Bangkes masih dilandasi oleh dominasi orang tua, terutama melalui peran sentral pangadhe’yang memegang kendali penuh atas proses perjodohan tanpa melibatkan persetujuan calon mempelai perempuan. Tradisi seperti ngin-angin, penggunaan jam pijampi, dan penentuan mahar yang memihak pihak laki-laki menunjukkan struktur relasi yang hierarkis dan mengabaikan hak individu anak perempuan. Meskipun demikian, beberapa pasangan yang menjalani kawin paksa mampu membentuk keluarga sakinahmelalui proses transformasi yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan sikap pasangan, serta faktor internal seperti kesadaran diri, pendekatan spiritual, kontrol emosi, adaptasi, dan komunikasi yang sehat. Proses transformasi ini berlangsung melalui lima tahapan psikologis: attraction, curiosity, crisis, deep attachment, dan commitment. Penerapan nilai-nilai konsep mubadalahdalam kehidupan pernikahan menjadi kunci terbentuknya relasi yang setara dan harmonis. Nilai-nilai seperti kesalingan, musyawarah, dan komitmen dalam ikatan pernikahan memperkuat kepercayaan dan tanggung jawab bersama, sekaligus menunjukkan bahwa pembentukan keluarga sakinahtidak ditentukan oleh awal mula pernikahan, melainkan oleh kemauan dan usaha kedua belah pihak dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara adil dan bermitra.

Kata Kunci: Kawin Paksa, Sakinah, Konsep Mubadalah.