Lompat ke isi

Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami tak Berpolitik: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[https://islamindonesia.id/berita/komite-kongres-ulama-perempuan-indonesia-kami-tak-berpolitik.htm islamindonesia.id]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|10 April 2017
|-
|Penulis
|:
|
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[https://islamindonesia.id/berita/komite-kongres-ulama-perempuan-indonesia-kami-tak-berpolitik.htm Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami tak Berpolitik]
|}
[[Berkas:Berita1.jpg|jmpl|'''Islamindonesia.id''' – Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami Tak Berpolitik|400x400px]]
[[Berkas:Berita1.jpg|jmpl|'''Islamindonesia.id''' – Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami Tak Berpolitik|400x400px]]
Untuk yang pertama kalinya, Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon. Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] menegaskan, kongres ini bukan langkah untuk membuat partai politik, tapi murni sebagai ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi keislaman di Tanah Air.
Untuk yang pertama kalinya, Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon. Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] menegaskan, kongres ini bukan langkah untuk membuat partai politik, tapi murni sebagai ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi keislaman di Tanah Air.
Baris 15: Baris 34:


“Acara ini sejak awal digagas partisipatoris. Kami tidak mengandalkan ketokohan tertentu, karena ulama perempuan punya ilmu semuanya dalam berbagai level bahkan di tingkat [[komunitas]] terkecil pun sangat patut untuk dishare dengan ulama di daerah, dan patut untuk berpartisipasi pada khalayak,” kata Badriyah. []
“Acara ini sejak awal digagas partisipatoris. Kami tidak mengandalkan ketokohan tertentu, karena ulama perempuan punya ilmu semuanya dalam berbagai level bahkan di tingkat [[komunitas]] terkecil pun sangat patut untuk dishare dengan ulama di daerah, dan patut untuk berpartisipasi pada khalayak,” kata Badriyah. []
Islamindonesia.id, 10 April 2017
''Sumber:'' https://islamindonesia.id/berita/komite-kongres-ulama-perempuan-indonesia-kami-tak-berpolitik.htm
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2025 11.58

Info Artikel:

Sumber Original : islamindonesia.id
Tanggal Publikasi : 10 April 2017
Penulis :
Artikel Lengkap : Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami tak Berpolitik
Islamindonesia.id – Komite Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Kami Tak Berpolitik

Untuk yang pertama kalinya, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon. Ketua Steering Committee KUPI Badriyah Fayumi menegaskan, kongres ini bukan langkah untuk membuat partai politik, tapi murni sebagai ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi keislaman di Tanah Air.

“Kami tidak akan berpolitik kita jamin, tidak akan ada struktur kemudian milih siapa enggak akan,” kata Badriyah dalam konferensi pers di Ruang Bersama KeKini, Cikini, seperti dilansir metrotvnews.com, 9/4.

Kongres digelar untuk melegitimasi dan mengafirmasi kerja perempuan-perempuan ulama di Indonesia. Tujuan akhir kongres sama sekali bukan menjadi ormas atau organisasi perempuan tandingan.

“Untuk menyampaikan fakta kepada seluruh dunia bahwa ulama perempuan itu nyata, lho, di Indonesia. Mereka sudah melakukan berbagai peran dan level di berbagai tempat. Bukan untuk jadi ormas,” tegas dia.

Menurut Badriyah ini adalah ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang, pendidikan baik formal maupun pesantren. Selain itu, nantinya akan ada perjumpaan dengan masyarakat yang membutuhkan fatwa.

“Kemudian juga kita berjumpa dengan para aktivis dan korban yang masalahnya dimintakan fatwa pada ulama perempuan Indonesia ini. Jadi ini lebih pada forum silaturahim dan silatul ilmi ya,” katanya seperti dilaporkan detik.com.

Badriyah juga mengatakan, kongres ini akan dihadiri lebih dari 500 ulama perempuan se-Indonesia. Dia menjelaskan, kongres ini memang gagasan dari ulama perempuan Indonesia.

“Acara ini sejak awal digagas partisipatoris. Kami tidak mengandalkan ketokohan tertentu, karena ulama perempuan punya ilmu semuanya dalam berbagai level bahkan di tingkat komunitas terkecil pun sangat patut untuk dishare dengan ulama di daerah, dan patut untuk berpartisipasi pada khalayak,” kata Badriyah. []