Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dijamin Bebas Politik: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://news.metrotvnews.com/news/VNxQGMdb-kongres-ulama-perempuan-indonesia-dijamin-bebas-politik metrotvnews] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|09 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Desi Angriani | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://news.metrotvnews.com/news/VNxQGMdb-kongres-ulama-perempuan-indonesia-dijamin-bebas-politik Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dijamin Bebas Politik] | |||
|} | |||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pertama yang digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon dua pekan mendatang dipastikan bukan sebagai landasan pembentukan partai politik baru. Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] mengatakan, kongres murni sebagai ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi keislaman di Tanah Air. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pertama yang digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin Cirebon dua pekan mendatang dipastikan bukan sebagai landasan pembentukan partai politik baru. Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] mengatakan, kongres murni sebagai ruang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai latar belakang dan organisasi keislaman di Tanah Air. | ||
| Baris 16: | Baris 35: | ||
Peserta terdiri atas perempuan pemimpin/pengasuh/guru pesantren, pengajar [[lembaga]] pendidikan dan perguruan tinggi Islam, pemimpin organisasi keislaman, majelis taklim, ustazah, muballighah, dai'yah, aktivis perempuan, pakar, akademisi dan pemerhati isu-isu keislaman. (Desi Angriani) | Peserta terdiri atas perempuan pemimpin/pengasuh/guru pesantren, pengajar [[lembaga]] pendidikan dan perguruan tinggi Islam, pemimpin organisasi keislaman, majelis taklim, ustazah, muballighah, dai'yah, aktivis perempuan, pakar, akademisi dan pemerhati isu-isu keislaman. (Desi Angriani) | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||