Lompat ke isi

KUPI Teguhkan Eksistensi Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/26/15096/kupi.teguhkan.eksistensi.ulama.perempuan fajarnews.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|26 April 2017
|-
|Penulis
|:
| Winarno/Adhe Hamdan
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/26/15096/kupi.teguhkan.eksistensi.ulama.perempuan KUPI Teguhkan Eksistensi Ulama Perempuan]
|}
Ulama dan keulamaan perempuan sebenarnya telah ada di Indonesia sejak berabad-abad lalu, namun mereka tidak tercatat dalam sejarah karena sejarah telah dikonstruksi secara sepihak.
Ulama dan keulamaan perempuan sebenarnya telah ada di Indonesia sejak berabad-abad lalu, namun mereka tidak tercatat dalam sejarah karena sejarah telah dikonstruksi secara sepihak.


Baris 38: Baris 57:


Selain dihadiri oleh para ulama perempuan Indonesia dan dunia, turut hadir pula dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Agama, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan Duta Besar Afganistan, Roya Rahmina. (Winarno/Adhe Hamdan)
Selain dihadiri oleh para ulama perempuan Indonesia dan dunia, turut hadir pula dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Agama, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan Duta Besar Afganistan, Roya Rahmina. (Winarno/Adhe Hamdan)
Fajarnews.com, 26 April 2017
''Sumber: http://news.fajarnews.com/read/2017/04/26/15096/kupi.teguhkan.eksistensi.ulama.perempuan''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]