MENAG Tutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/04/27/op2hv8396-menag-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia Republika] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|27 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/04/27/op2hv8396-menag-tutup-kongres-ulama-perempuan-indonesia MENAG Tutup Kongres Ulama Perempuan Indonesia] | |||
|} | |||
Menteri Agama RI, [[Lukman Hakim Saifuddin]], menutup secara resmi Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/4) sore. Kegiatan itu menghasilkan sejumlah hasil [[musyawarah]] keagamaan maupun penyampaian rekomendasi dari para ulama perempuan terhadap sejumlah masalah. | Menteri Agama RI, [[Lukman Hakim Saifuddin]], menutup secara resmi Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/4) sore. Kegiatan itu menghasilkan sejumlah hasil [[musyawarah]] keagamaan maupun penyampaian rekomendasi dari para ulama perempuan terhadap sejumlah masalah. | ||
| Baris 25: | Baris 44: | ||
Ninik menjelaskan, kongres itu diawali dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara dari Indonesia dan sejumlah negara. Selain itu, adapula seminar nasional yang menjadi ajang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. | Ninik menjelaskan, kongres itu diawali dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara dari Indonesia dan sejumlah negara. Selain itu, adapula seminar nasional yang menjadi ajang perjumpaan ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia. | ||
<nowiki>''Dalam seminar itu terjadi dialog hangat dan mencerahkan,''</nowiki> ujar Ninik. Dalam KUPI, dihasilkan musyawarah keagamaan serta pemberian rekomendasi yang menyangkut tiga masalah. Yakni pernikahan anak, kerusakan lingkungan dan kekerasan seksual. Selain itu, adapula rekomendasi KUPI terhadap berbagai hal. | <nowiki>''Dalam seminar itu terjadi dialog hangat dan mencerahkan,''</nowiki> ujar Ninik. Dalam KUPI, dihasilkan [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] serta pemberian rekomendasi yang menyangkut tiga masalah. Yakni pernikahan anak, kerusakan lingkungan dan kekerasan seksual. Selain itu, adapula rekomendasi KUPI terhadap berbagai hal. | ||
Ninik berharap, KUPI tidak berhenti pada pertemuan di antara ulama perempuan semata. Namun, seluruh peserta KUPI berharap agar hasil yang dirumuskan dapat diperjuangkan dan dilaksanakan oleh berbagai pihak yang terkait. | Ninik berharap, KUPI tidak berhenti pada pertemuan di antara ulama perempuan semata. Namun, seluruh peserta KUPI berharap agar hasil yang dirumuskan dapat diperjuangkan dan dilaksanakan oleh berbagai pihak yang terkait. | ||
| Baris 33: | Baris 52: | ||
Selain dari Indonesia, kegiatan itu juga diikuti para ulama perempuan dari 15 negara lainnya dari seluruh benua. Adapun ulama perempuan dunia yang hadir dalam kongres ittu di antaranya, Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani (the Ambassador of Afghanistan in Indonesia). | Selain dari Indonesia, kegiatan itu juga diikuti para ulama perempuan dari 15 negara lainnya dari seluruh benua. Adapun ulama perempuan dunia yang hadir dalam kongres ittu di antaranya, Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani (the Ambassador of Afghanistan in Indonesia). | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||