Lompat ke isi

Menanti Kontribusi Alimat: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|Pikiran Rakyat
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|26 April 2017
|-
|Penulis
|:
|
|-
|Artikel Lengkap
|:
|Menanti Kontribusi Alimat
|}
Kongres ulama perempuan yang baru pertama kali digelar di Indonesia, bahkan di dunia, di buka kemarin malam. Kongres mengangkat tema “Peran [[Ulama Perempuan]] dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan”.
Kongres ulama perempuan yang baru pertama kali digelar di Indonesia, bahkan di dunia, di buka kemarin malam. Kongres mengangkat tema “Peran [[Ulama Perempuan]] dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan”.


Baris 23: Baris 42:


“Menjadi seorang [[alimat]] di kawasan kami (Arab Saudi) bukanlah tugas yang mudah. Walaupun ada ribuan perempuan lulusan pendidikan Islam, penghafal Al-Qur’an, tetapi kita tidak punya alimat yang diakui sebagai imam yang bisa melakukan [[ijtihad]] dan diakui,” katanya.
“Menjadi seorang [[alimat]] di kawasan kami (Arab Saudi) bukanlah tugas yang mudah. Walaupun ada ribuan perempuan lulusan pendidikan Islam, penghafal Al-Qur’an, tetapi kita tidak punya alimat yang diakui sebagai imam yang bisa melakukan [[ijtihad]] dan diakui,” katanya.
Pikiran Rakyat, 26 April 2017
''Sumber:  Harian Pikiran Rakyat, 26 April 2017''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]