Ulama Perempuan Sedunia Bakal Berkumpul di Cirebon: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/yKX8yzXK-ulama-perempuan-sedunia-bakal-berkumpul-di-cirebon medcom.id] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|09 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/yKX8yzXK-ulama-perempuan-sedunia-bakal-berkumpul-di-cirebon Ulama Perempuan Sedunia Bakal Berkumpul di Cirebon] | |||
|} | |||
[[Berkas:UG9LQ2MFhN.jpg|jmpl|400x400px|Kiri ke kanan: Maria Ulfah Anshor, Nur Rofiah, Ninik Rahayu, Badriyah Fayumi, Neng Dara Afifah/MTVN/Desi Angriani]] | [[Berkas:UG9LQ2MFhN.jpg|jmpl|400x400px|Kiri ke kanan: Maria Ulfah Anshor, Nur Rofiah, Ninik Rahayu, Badriyah Fayumi, Neng Dara Afifah/MTVN/Desi Angriani]] | ||
Sedikitnya 500 ulama perempuan dari berbagai negara di dunia akan berkumpul di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, pada 25-27 April. Perkumpulan tersebut digelar dalam bentuk [[Kongres Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pertama. | Sedikitnya 500 [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] dari berbagai negara di dunia akan berkumpul di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, pada 25-27 April. Perkumpulan tersebut digelar dalam bentuk [[Kongres Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pertama. | ||
"Sebuah perjumpaan lebih dari 500 ulama perempuan dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara dari Pakistan, Afghanistan, Malaysia, Saudi Arabia, dan Nigeria," ujar Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] dalam konferensi pers di Ruang Bersama KeKini, Cikini, Jakarta 9 April 2017. | "Sebuah perjumpaan lebih dari 500 [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara dari Pakistan, Afghanistan, Malaysia, Saudi Arabia, dan Nigeria," ujar Ketua Steering Committee KUPI [[Badriyah Fayumi]] dalam konferensi pers di Ruang Bersama KeKini, Cikini, Jakarta 9 April 2017. | ||
Badriyah menuturkan, latar belakang digelarnya kongres lantaran kiprah ulama perempuan dalam sejarah perkembangan Indonesia sangat kecil. Kehadiran dan peran penting ulama perempuan jarang sekali ditulis secara seimbang dan proporsional. | Badriyah menuturkan, latar belakang digelarnya kongres lantaran [[Kiprah Ulama Perempuan|kiprah ulama perempuan]] dalam sejarah perkembangan Indonesia sangat kecil. Kehadiran dan peran penting [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] jarang sekali ditulis secara seimbang dan proporsional. | ||
"Ulama perempuan Indonesia punya jejak sejarah yang patut dibanggakan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan," ucap dia. | "Ulama perempuan Indonesia punya jejak sejarah yang patut dibanggakan sebagai penjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan," ucap dia. | ||
| Baris 19: | Baris 38: | ||
Peserta terdiri atas perempuan pemimpin/pengasuh/guru pesantren, pengajar [[lembaga]] pendidikan dan perguruan tinggi Islam, pemimpin organisasi keislaman, majelia taklim, ustazah, muballighah, dai'yah, aktivis perempuan, pakar, akademisi dan pemerhati isu-isu keislaman. (Desi Angriani) | Peserta terdiri atas perempuan pemimpin/pengasuh/guru pesantren, pengajar [[lembaga]] pendidikan dan perguruan tinggi Islam, pemimpin organisasi keislaman, majelia taklim, ustazah, muballighah, dai'yah, aktivis perempuan, pakar, akademisi dan pemerhati isu-isu keislaman. (Desi Angriani) | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||