2010 Jurnal Islam-Indonesia (2010 Vol 02-01): Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|editor=|publisher=ISIF|image=Berkas:Jurnal Islam-Indonesia (2010 Vol 02-01).png|italic title=Jurnal ISLAM-INDONESIA Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432|isbn=2089-4104|pub_date=2010|cover_artist=|pages=142 halaman|series=Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432|author=*Faqihuddin Abdul Kodir [Penulis] | |||
*Lia Aliyah [Penulis] | *Lia Aliyah [Penulis] | ||
*Rosidin [Penulis] | *Rosidin [Penulis] | ||
*Afwah Mumtazah [Penulis] | *Afwah Mumtazah [Penulis] | ||
*Mimin Mu'minah [Penulis]|title_orig=Jurnal ISLAM-INDONESIA Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432 | *Mimin Mu'minah [Penulis]|title_orig=Jurnal ISLAM-INDONESIA Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432|note=[https://kupipedia.id/images/8/8b/Jurnal_Islam-Indonesia_%282010_Vol_02-01%29.pdf (Download PDF)]|name=}}Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon didirikan untuk menghasilkan sarjana yang kritis dan kompeten dalam kajian keislaman serta mampu mengelola tradisi keislaman bagi peradaban yang adil dan humanis. Sarjana yang dilahirkan diharapkan mampu menguasai secara mendalam bidang-bidang keislaman sesuai dengan pilihan jurusan masing-masing. Mereka juga harus mampu menerapkan serta mengembangkan bidang keilmuan itu sesuai dengan perkembangan social-budaya untuk perwujudan peradaban yang adil dan humanis. | ||
Pengembangan keilmuan ini tentu saja tidak berhenti pada proses belajar mengajar di dalam ruangan, tetapi juga aktif mendesiminasikan berbagi hasil temuan ilmiah, baik di antara sesama anggota civitas akademika maupun masyarakat luas sebagai stakeholders perguruan tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerbitan jurnal ilmiah. | |||
Jurnal Ilmiah sebagai media publikasi kajian ilmiah civitas akademika menjadi suatu hal yang niscaya dilakukan perguruan tinggi. Tanpa itu, missi yang diemban perguruan tinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi akan sulit dicapai. Hal ini akan menjadikan perguruan tinggi tidak membumi dan berada pada posisi menara gading yang hanya bisa dipandang, namun tidak terasa manfaatnya bagi penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap masyarakat luas. | |||
'''Refleksi Kritis Pemikiran dan Gerakan Islam Indonesia:''' | '''Refleksi Kritis Pemikiran dan Gerakan Islam Indonesia:''' | ||
* Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Teks-teks dan Kajian Tafsir [[Hadits]], ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]'' | * Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Teks-teks dan Kajian Tafsir [[Hadits]], ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]'' | ||
* KDRT dalam Penafsiran Mufassir Indonesia | * KDRT dalam Penafsiran Mufassir Indonesia; Studi atas Tafsur an-Nur, Al-Azhar, dan al-Misbah, ''Lia Aliyah'' | ||
*KDRT dalam Konstitusi dan Implementasi Hukum, ''Rosidin'' | *KDRT dalam Konstitusi dan Implementasi Hukum, ''Rosidin'' | ||
*[[Isu KDRT Dalam Trend Akademik Dan Gerakan|Isu KDRT dalam Trend Akademik dan Gerakan]] | *KDRT dalam Persepsi Ibu Nyai Pesantren; Studi Kasus Pesantren-Pesantren Cirebon, ''[[Afwah Mumtazah]]'' | ||
*[[Isu KDRT Dalam Trend Akademik Dan Gerakan|Isu KDRT dalam Trend Akademik dan Gerakan]]; Studi Ketersediaan Koleksi Isu-Isu KDRT di Perpustakaan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, ''Mimin Mu'minah'' | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buku KUPI]] | [[Kategori:Buku KUPI]] | ||
Revisi terkini sejak 23 April 2026 14.04
| Judul | Jurnal ISLAM-INDONESIA Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432 |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Volume 02, Nomor 01, Tahun 2010/1432 |
| Penerbit | ISIF |
Tahun terbit | 2010 |
| Halaman | 142 halaman |
| ISBN | 2089-4104 |
| (Download PDF) | |
Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon didirikan untuk menghasilkan sarjana yang kritis dan kompeten dalam kajian keislaman serta mampu mengelola tradisi keislaman bagi peradaban yang adil dan humanis. Sarjana yang dilahirkan diharapkan mampu menguasai secara mendalam bidang-bidang keislaman sesuai dengan pilihan jurusan masing-masing. Mereka juga harus mampu menerapkan serta mengembangkan bidang keilmuan itu sesuai dengan perkembangan social-budaya untuk perwujudan peradaban yang adil dan humanis.
Pengembangan keilmuan ini tentu saja tidak berhenti pada proses belajar mengajar di dalam ruangan, tetapi juga aktif mendesiminasikan berbagi hasil temuan ilmiah, baik di antara sesama anggota civitas akademika maupun masyarakat luas sebagai stakeholders perguruan tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerbitan jurnal ilmiah.
Jurnal Ilmiah sebagai media publikasi kajian ilmiah civitas akademika menjadi suatu hal yang niscaya dilakukan perguruan tinggi. Tanpa itu, missi yang diemban perguruan tinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi akan sulit dicapai. Hal ini akan menjadikan perguruan tinggi tidak membumi dan berada pada posisi menara gading yang hanya bisa dipandang, namun tidak terasa manfaatnya bagi penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap masyarakat luas.
Refleksi Kritis Pemikiran dan Gerakan Islam Indonesia:
- Isu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Teks-teks dan Kajian Tafsir Hadits, Faqihuddin Abdul Kodir
- KDRT dalam Penafsiran Mufassir Indonesia; Studi atas Tafsur an-Nur, Al-Azhar, dan al-Misbah, Lia Aliyah
- KDRT dalam Konstitusi dan Implementasi Hukum, Rosidin
- KDRT dalam Persepsi Ibu Nyai Pesantren; Studi Kasus Pesantren-Pesantren Cirebon, Afwah Mumtazah
- Isu KDRT dalam Trend Akademik dan Gerakan; Studi Ketersediaan Koleksi Isu-Isu KDRT di Perpustakaan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Mimin Mu'minah