Lompat ke isi

2020 Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Ijougs vol.1-no.1-2020.png|italic title=IJouGS; Indonesian Journal of Gender Studies|isbn=|pub_date=2020-06-22|cover_art...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(10 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Ijougs vol.1-no.1-2020.png|italic title=IJouGS; Indonesian Journal of Gender Studies|isbn=|pub_date=2020-06-22|cover_artist=|pages=|series=Vol. 01 no. 01 (2020)|author=|title_orig=IJouGS; Indonesian Journal of Gender Studies}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|italic title=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|pages=|series=Volume 17 Number 2 2020|author=|title_orig=Jurnal Penelitian}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
|:
|:
|IJouGS; Indonesian Journal of Gender Studies
| Jurnal Penelitian
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 1 no. 1 (2020)
| Volume 17 Number 2 2020
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
|2020-06-22
| 2020-12-16
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|[https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/ijougs/article/view/2062 ''Penerapan Konsep Mubadalah dalam Pola Pengasuhan Anak'']
|''[https://e-journal-old.uingusdur.ac.id/index.php/Penelitian Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|''Wilis Werdiningsih''
|''- Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
|-
|
|
|''- Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''Abstract'''


Pola pengasuhan anak yang tidak mencerminkan kesetaraan dan keadilan gender dapat membentuk perilaku anak yang tidak responsif gender. Pendidikan pada keluarga sering kali menjadi penyebab terjadinya ketidakadilan gender dalam kehidupan masyarakat. Tantangan besar dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender adalah merubah cara pandang dikotomis pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dalam cara pandang ini, laki-laki dan perempuan dianggap berbeda, sehingga keduanya nampak bertentangan satu sama lain. Merubah cara pandang dikotomis menjadi hal yang penting dilakukan demi terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender yang dapat dimulai dari kehidupan keluarga. Konsep [[mubadalah]] merupakan satu konsep yang membahas tentang kesetaraan gender dengan menekankan pada prinsip kesalingan untuk sama-sama mengambil manfaat dari dua orang yang berrelasi. Perempuan maupun laki-laki memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkiprah di ranah publik maupun domestik, dan mengambil manfaat dari segala aspek kehidupan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji [[Penerapan Konsep Mubadalah dalam Pola Pengasuhan Anak|penerapan konsep mubadalah dalam pola pengasuhan anak]]. Metode library research digunakan melalui penggalian informasi dari berbagai literatur yang terkait dengan konsep mubadalah dan pola pengasuhan anak. Hasil menunjukkan bahwa konsep mubadalah merupakan salah satu konsep dalam kesetaraan gender yang dapat diterapkan dalam pola pengasuhan anak di dalam kehidupan keluarga. Melalui penerapan konsep ini, maka pola pengasuhan anak menjadi responsif gender dengan meninggalkan segala hal yang bias gender.
''The COVID-19 pandemic has a multidimensional impact, including threatening family resilience. Psychological pressure, as well as an increase in the burden of household domestic work due to concentrated activities (work, school) at home, can give rise to family conflicts that lead to domestic violence and divorce. This study aims to offer a [[Mubadalah]] concept as a perspective and methodology in building family resilience. The results show that (1) Mubadalah is a perspective of reciprocity between men and women in carrying out their gender roles both in the domestic and public area so that one does not hegemonize over another but a relationship that supports, cooperates, and helps each other;(2) Mubadalah can be a method of reading texts and contexts around family issues; and (3) Mubadalah is an Islamic moderating perspective between gender and patriarchal regimes. This perspective allows for a balanced relationship and partnership between the two sexes and is not just a transformation of thoughts from patriarchy to matriarchy. Through approach a companionship and non-hierarchical relationship between family members, family resilience can be built.''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2020]]

Revisi terkini sejak 3 April 2026 14.57

2020 Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience
JudulJurnal Penelitian
SeriVolume 17 Number 2 2020
Tahun terbit
2020-12-16
Nama Jurnal : Jurnal Penelitian
Seri : Volume 17 Number 2 2020
Tahun : 2020-12-16
Judul Tulisan : Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience
Penulis : - Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)
- Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

Abstract

The COVID-19 pandemic has a multidimensional impact, including threatening family resilience. Psychological pressure, as well as an increase in the burden of household domestic work due to concentrated activities (work, school) at home, can give rise to family conflicts that lead to domestic violence and divorce. This study aims to offer a Mubadalah concept as a perspective and methodology in building family resilience. The results show that (1) Mubadalah is a perspective of reciprocity between men and women in carrying out their gender roles both in the domestic and public area so that one does not hegemonize over another but a relationship that supports, cooperates, and helps each other;(2) Mubadalah can be a method of reading texts and contexts around family issues; and (3) Mubadalah is an Islamic moderating perspective between gender and patriarchal regimes. This perspective allows for a balanced relationship and partnership between the two sexes and is not just a transformation of thoughts from patriarchy to matriarchy. Through approach a companionship and non-hierarchical relationship between family members, family resilience can be built.