Lompat ke isi

2019 Eksistensi Peran Perempuan sebagai Kepala Keluarga (Telaah terhadap Counter Legal Draft-Kompilasi Hukum Islam dan Qira’ah Mubadalah): Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|italic title=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|pages=|serie...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(10 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|italic title=Berkas:Jurnal Penelitian11.jpg|isbn=|pub_date=2020-12-16|cover_artist=|pages=|series=Volume 17 Number 2 2020|author=|title_orig=Jurnal Penelitian}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender|isbn=2407-1587|pub_date=2022|cover_artist=|pages=|series=Vol 18, No 2 (2019)|author=|title_orig=Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
|:
|:
| Jurnal Penelitian
| Marwah; Jurnal Perempuan, Agama dan Jender
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
| Volume 17 Number 2 2020
| Vol 18, No 2 (2019)
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| 2020-12-16
| 2019
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://e-journal-old.uingusdur.ac.id/index.php/Penelitian Mubadalah as an Islamic Moderating Perspective Between Gender and Patriarchal Regimes in Building Family Resilience]''
|''[http://dx.doi.org/10.24014/marwah.v18i2.8703 Eksistensi Peran Perempuan Sebagai Kepala Keluaraga (Telaah terhadap Counter Legal Draf-Kompilasi Hukum Islm dan Qira’ah Mubadalah)]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|''- Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
| ''Lukman Budi Santoso''
|-
|
|
|''- Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''
 
''The existence of rules related to the husband is the head of the family and the wife is a housewife seems to cause gender discrimination. That is, if it is associated with a phenomenon that occurs at this time is no longer relevant. This study aims to analyze the existence of the role of women as head of the family in terms of the perspective of CLD-KHI and Qira’ah Mubadalah. This type of research is library research using qualitative methods and gender analysis, which produce descriptive analytical data. The results showed that the position, rights, and obligations of husband and wife in CLD-KHI perspective are equal in domestic life and life in society. The role as the head of the breadwinner family and the role to take care of the household in the domestic sphere can be done by husband and wife. In the perspective of qira'ah mubadalah the need for family living in principle is a shared responsibility between husband and wife, each of whom can share roles together, be flexible, and work together in carrying out tasks and mandates of the household.''
 
'''Abstrak'''
 
Diskriminasi gender terkesan timbul pada aturan yang menyebutkan bahwa suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga. Artinya, jika dikaitkan dengan fenomena yang terjadi pada saat ini sudah tidak lagi relevan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi peran perempuan sebagai kepala keluarga ditinjau dari perspektif CLD-KHI dan Qira’ah [[Mubadalah]].Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis gender, yang menghasilkan data secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam CLD-KHI kedudukan, hak, dan kewajiban suami istri adalah setara baik dalam kehidupan rumah tangga maupun kehidupan masyarakat. Suami dan isteri dapat berperan baik sebagai kepala keluarga pencari [[nafkah]] atau mengurus rumah tangga dalam wilayah domestik. Dalam perspektif qira’ah mubadalah kebutuhan nafkah keluarga pada prinsipnya adalah tanggung jawab suami dan istri. Masing-masing dapat berbagi peran secara fleksibel, dan saling bekerja sama dalam mengemban tugas dan amanah rumah tangga.
 
'''''Keywords:''' Counter Legal Draf-Kompilasi Hukum Islam; Kepala Keluarga; Perempuan; Qira’ah Mubadalah''


The COVID-19 pandemic has a multidimensional impact, including threatening family resilience. Psychological pressure, as well as an increase in the burden of household domestic work due to concentrated activities (work, school) at home, can give rise to family conflicts that lead to domestic violence and divorce. This study aims to offer a [[Mubadalah]] concept as a perspective and methodology in building family resilience. The results show that (1) Mubadalah is a perspective of reciprocity between men and women in carrying out their gender roles both in the domestic and public area so that one does not hegemonize over another but a relationship that supports, cooperates, and helps each other;(2) Mubadalah can be a method of reading texts and contexts around family issues; and (3) Mubadalah is an Islamic moderating perspective between gender and patriarchal regimes. This perspective allows for a balanced relationship and partnership between the two sexes and is not just a transformation of thoughts from patriarchy to matriarchy. Through approach a companionship and non-hierarchical relationship between family members, family resilience can be built.
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''http://dx.doi.org/10.24014/marwah.v18i2.8703'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2019]]