2019 Konsep Kesetaraan Gender dalam Islam: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Afkaruna vol5 no1.png|italic title=Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies|isbn=2599-0551|pub_date=June 2019|cover_artist=|pages=|series=Vol 15, No 1 (2019)|author=|title_orig=Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies}} | |||
{| | {| | ||
|Nama Jurnal | |Nama Jurnal | ||
| Baris 18: | Baris 19: | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|''Taufan Anggoro'' | |''Taufan Anggoro (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)'' | ||
| | |}'''''Abstract''''' | ||
Buku karya [[Faqihuddin Abdul Kodir]] ini memperkenalkan sebuah metode yang dinamakan qirāah mubādalah, untuk menafsirkan kembali teks-teks primer Islam. | Buku karya [[Faqihuddin Abdul Kodir]] ini memperkenalkan sebuah metode yang dinamakan qirāah mubādalah, untuk menafsirkan kembali teks-teks primer Islam. Qira’ah mubadalah adalah sebuah pembacaan dengan prinsip kesalingan antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana antara laki-laki dan perempuan dapat hidup secara adil berasaskan kemaslahatan kedua belah pihak. Tidak hanya memperkenalkan konsep [[mubadalah]], buku karya Faqihuddin ini juga mengidentifikasi isu-isu yang berkembang seputar relasi laki-laki dan perempuan. Beberapa topik permasalahan yang dibahas dalam bukunya ini antara lain seputar pernikahan, [[poligami]],waris, seks, dan beberapa topik lainnya yang berkutat pada relasi laki-laki dan perempuan. Buku Qira’ah Mubadalah karya Faqihuddin ini mampu menyuarakan keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan secara softly, sehingga lebih banyak diterima dan banyak mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2019]] | |||
Revisi terkini sejak 3 April 2026 14.54
| Judul | Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies |
|---|---|
| Seri | Vol 15, No 1 (2019) |
Tahun terbit | June 2019 |
| ISBN | 2599-0551 |
| Nama Jurnal | : | Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies |
| Seri | : | Vol 15, No 1 (2019) |
| Tahun | : | June 2019 |
| Judul Tulisan | : | Konsep Kesetaraan Gender dalam Islam |
| Penulis | : | Taufan Anggoro (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) |
Abstract
Buku karya Faqihuddin Abdul Kodir ini memperkenalkan sebuah metode yang dinamakan qirāah mubādalah, untuk menafsirkan kembali teks-teks primer Islam. Qira’ah mubadalah adalah sebuah pembacaan dengan prinsip kesalingan antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana antara laki-laki dan perempuan dapat hidup secara adil berasaskan kemaslahatan kedua belah pihak. Tidak hanya memperkenalkan konsep mubadalah, buku karya Faqihuddin ini juga mengidentifikasi isu-isu yang berkembang seputar relasi laki-laki dan perempuan. Beberapa topik permasalahan yang dibahas dalam bukunya ini antara lain seputar pernikahan, poligami,waris, seks, dan beberapa topik lainnya yang berkutat pada relasi laki-laki dan perempuan. Buku Qira’ah Mubadalah karya Faqihuddin ini mampu menyuarakan keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan secara softly, sehingga lebih banyak diterima dan banyak mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.
Keywords:
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2019.0098.129-134