Lompat ke isi

2021 The Importance of the Role of Women Ulama as the Effort to Actualate the Message of Islam to the Value of Equality: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=UNES LAW REVIEW|isbn=2622-7045|pub_date=Apr 25, 2024|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 3...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=UNES LAW REVIEW|isbn=2622-7045|pub_date=Apr 25, 2024|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 3 (2024)|author=|title_orig=UNES LAW REVIEW}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Prosperity: Journal of Siciety and Empowerment|isbn=|pub_date=2021-12-30|cover_artist=|pages=|series=Vol 1, No 2 (2021) |author=|title_orig=Prosperity: Journal of Siciety and Empowerment}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
|:
|:
| UNES LAW REVIEW
| Prosperity: Journal of Siciety and Empowerment
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
| Vol. 6 No. 3 (2024)
| Vol 1, No 2 (2021)  
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| Apr 25, 2024
| 2021-12-30
|-
|-
|Judul Tulisan
|Judul Tulisan
|:
|:
|''[https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783 Konsep Nusyuz dalam KHI dan Penyelesainya Prespektif Mubadalah]''
|''[https://doi.org/10.21580/prosperity.2021.1.2.8542 The Importance of the Role of Women Ulama as the Effort to Actualate the Message of Islam to the Value of Equality]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| ''Jamilatul Nuril Azizah (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta)''
| ''Dewi Avivah (Pascasarjana Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri. Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''Islam is a gender-just religion so that in the dissemination of its values, gender-fair spaces and opportunities are also needed. The purpose of this study is to provide understanding and understanding to the reader that in realizing a gender-just environment, religion is an important slice that needs to be considered. Islam has agreed to create a gender-just order, and it has been stated in the verses of the Koran. This research method uses qualitative research, sourced from reading material and supported by implementation pictures as supporting data. The results showed that the presence of female clerics was very important. Islam has conveyed Islamic teachings by realizing gender justice so that resistance to patriarchal culture in Indonesia can be carried out with the presence of female ulama to understand that women also have human potential so that they can be said to be worthy as scholars. The limitation of this research is that the author is a little complicated in compiling the historical sequence of the presence of women ulama until their existence today. The lack of data sources that the author must obtain is still rare especially in research about Women Ulama as part of the struggle for gender equality.''


'''Keywords:''' Female Cleric, Gender Fair, Islamic Message


'''Abstrak'''


Islam merupakan agama yang adil gender, sehingga dalam penyebaran nilainilanya diperlukan ruang-ruang dan kesempatan yang adil gender juga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada pembaca bahwa dalam mewujudkan lingkungan yang adil gender, agama merupakan irisan penting yang perlu diperhatikan. Islam telah sepakat untuk mewujudkan tatanan yang adil gender, hal itu telah disampaikan di dalam ayatayat Al-Quran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yang bersumber pada bahan bacaan dan didukung dengan gambar pelaksaan sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ulama perempuan adalah hal yang sangat penting. Islam telah menyampaikan ajaranajaran Islam dengan mewujudkan keadilan gender sehingga perlawanan terhadap budaya patriarki di Indonesia dapat dilakukan dengan kehadiran ulama perempuan sebagai pemberian pemahaman bahwa perempuan juga memiliki potensi kemanusiaan sehingga bisa dikatakan layak sebagai ulama. Keterbatasan pada penelitian ini adalah penulis sedikit kerumitan menyusun runtutan sejarah kehadiran ulama perempuan sampai eksistensinya pada hari ini. Minimnya sumber data yang harus didapatkan oleh penulis, karena masih jarang yang meneliti tentang [[Ulama Perempuan]] sebagai bagian dari perjuangan kesetaraan gender.


'''Kata Kunci:''' ''Adil Gender, Pesan Islam, Ulama Perempuan''




'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i3.1783'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.21580/prosperity.2021.1.2.8542'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2021]]