Lompat ke isi

2024 Heading to Reciprocity in Islamic Psychology: Coping Adaptive Strategy for Family Resilience During the Pandemic: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam|isbn=|pub_date=Jun 30, 2024|cover_artist=|pages=|series...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam|isbn=|pub_date=Jun 30, 2024|cover_artist=|pages=|series=Vol. 26 No. 1 (2024)|author=|title_orig=Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Afkar vol26 no1.jpg|italic title=Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam|isbn=|pub_date=Jun 30, 2024|cover_artist=|pages=|series=Vol. 26 No. 1 (2024)|author=|title_orig=Afkar: Jurnal Akidah & Pemikiran Islam}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 21: Baris 21:
| ''Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 45132. Indonesia), Abd. Madjid (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Eti Nurhayati (IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Wanda Listiani (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
| ''Septi Gumiandari (IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 45132. Indonesia), Abd. Madjid (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Eti Nurhayati (IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Wanda Listiani (Institut Seni Budaya Indonesia Bandung), Ilman Nafi’a (IAIN Syekh Nurjati Cirebon)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz.  Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''This study aimed toanalyze the factors contributing to family economic resilience in Muslim communities and introduce the mubadalah concept as a reciprocal thinking paradigm to enrich family practices and comprehension for achieving robust economic resilience. Conducting a mixed-methods approach involving interviews and questionnaires, the findings of the research highlight the interconnectedness between robust family economic resilience and the active engagement of all family members, particularly spouses, in fortifying economic stability. The study emphasizes the significance of comprehensive religious understanding to foster    balanced and mutually beneficial relationships within the family. The introduction of the concept of mubadalah serves as a reciprocal thinking paradigm, highlighting interdependence and mutual benefit, particularly within the family context guided by Islamic values. The research concludes that comprehensive religious understanding, a balanced gender perspective, and an adaptive family organizational structure are   key factors in building family economic resilience. In situations where families lack comprehensive religious knowledge, economic challenges and difficulties in sharing adaptive roles between husbands and wives may arise.  Consequently, the research advocates for a more balanced and mutually beneficial understanding in interpreting    Islamic teachings, intending to achieve a more equitable comprehension and preventbiased interpretations that could lead to disparities.''


'''''Keywords:''' [[Mubadalah]]; family resilience; pandemic; family organizational pattern; family flexibility; family connectedness; utilization of social-economic resources.''


'''Abstrak'''


Kajian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyumbang kepada ketahanan ekonomi keluarga dalam masyarakat Muslim dan memperkenalkan konsep mubadalah sebagai paradigma pemikiran resiprokal untuk memperkaya amalan dan pemahaman keluarga dalam mencapai ketahanan ekonomi yang kukuh. Dengan mengaplikasi kaedah penyelidikan campuran yang melibatkan temubual dan soal selidik, dapatan kajian menyorot hubungan antara ketahanan ekonomi keluarga yang kukuh dengan penyertaan aktif semua ahli keluarga, terutamanya suami isteri, dalam mengukuhkan kestabilan ekonomi. Kajian menekankan kepentingan pemahaman agama yang menyeluruh untuk membina hubungan yang seimbang dan saling menguntungkan dalam keluarga. Pengenalan konsep mubadalah berfungsi sebagai satu paradigma pemikiran resiprokal, menyoroti ketergantungan dan manfaat bersama, terutamanya dalam konteks keluarga yang dipandu oleh nilai-nilai Islam. Kesimpulan kajian ialah pemahaman agama yang menyeluruh, perspektif gender yang seimbang, dan struktur organisasi keluarga yang adaptif merupakan faktor utama dalam membina ketahanan ekonomi keluarga. Dalam keadaan di mana keluarga kurang memiliki pengetahuan agama yang menyeluruh, cabaran ekonomi dan kesukaran dalam berkongsi peranan yang bersesuaian di antara suami dan isteri mungkin timbul. Oleh itu, kajian ini menyeru kepada pemahaman yang lebih seimbang dan saling menguntungkan dalam menafsirkan ajaran Islam, dengan tujuan mencapai pemahaman yang lebih adil dan mencegah penafsiran yang berat sebelah yang boleh menyebabkan ketidakseimbangan.


'''Kata kunci:''' ''Mubadalah; ketahanan keluarga; pandemik; corak organisasi keluarga; fleksibiliti keluarga; keterikatan keluarga; penggunaan sumber sosio-ekonomi''


'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.22452/afkar.vol26no1.11'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.22452/afkar.vol26no1.11'''''
Baris 36: Baris 38:
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2024]]