Kongres Nasional Kuatkan Peran Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|Harian Republika | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|27 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Lilis Handayani | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|Kongres Nasional Kuatkan Peran Ulama Perempuan | |||
|} | |||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) resmi dibuka di Pondok Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]], Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/4) malam. Kegiatan itu diharapkan mampu menegaskan kembali peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) resmi dibuka di Pondok Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy]], Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/4) malam. Kegiatan itu diharapkan mampu menegaskan kembali peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. | ||
| Baris 28: | Baris 47: | ||
“Padahal Al Quran dan Hadis telah memuliakan perempuan,” kata Nur Rofiah menegaskan, saat menjadi pembicara dalam salah satu seminar nasional yang jadi bagian kongres ulama perempuan, kemarin. '''(Lilis Handayani)''' | “Padahal Al Quran dan Hadis telah memuliakan perempuan,” kata Nur Rofiah menegaskan, saat menjadi pembicara dalam salah satu seminar nasional yang jadi bagian kongres ulama perempuan, kemarin. '''(Lilis Handayani)''' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||