Kongres Ulama Perempuan Indonesia Pertama Resmi Dibuka: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[https://www.voaindonesia.com/a/kongres-ulama-perempuan-resmi-dibuka/3826018.html voaindonesia] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|25 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[https://www.voaindonesia.com/a/kongres-ulama-perempuan-resmi-dibuka/3826018.html Kongres Ulama Perempuan Indonesia Pertama Resmi Dibuka] | |||
|} | |||
[[Berkas:Berita6.jpg|jmpl|''<small>Ketua Panitia Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Badriah Fayumi saat membuka kongres di Cirebon, West Java, Indonesia 25 April 2017</small>'']] | [[Berkas:Berita6.jpg|jmpl|''<small>Ketua Panitia Kongres Ulama Perempuan Indonesia, Badriah Fayumi saat membuka kongres di Cirebon, West Java, Indonesia 25 April 2017</small>'']] | ||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang untuk kali pertama diadakan, dibuka secara resmi oleh kalangan ulama dan pimpinan daerah di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang untuk kali pertama diadakan, dibuka secara resmi oleh kalangan ulama dan pimpinan daerah di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. | ||
| Baris 22: | Baris 41: | ||
"Dan kita berharap, [[hasil Kongres]] Ulama Perempuan Indonesia akan mampu menghadirkan semangat belajar dan menuntut ilmu bagi kaum perempuan seluruh Indonesia. Untuk menjadi pendidik meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarganya. Serta menurunkan angka kekerasan yang hari ini marak terjadi di tengah masyarakat," kata Netty. | "Dan kita berharap, [[hasil Kongres]] Ulama Perempuan Indonesia akan mampu menghadirkan semangat belajar dan menuntut ilmu bagi kaum perempuan seluruh Indonesia. Untuk menjadi pendidik meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarganya. Serta menurunkan angka kekerasan yang hari ini marak terjadi di tengah masyarakat," kata Netty. | ||
Kongres Ulama Perempuan Indonesia dihadiri lebih dari 500 orang peserta dari Aceh hingga Papua dan sekitar 200 orang pemantau dari berbagai negara. '''''[aw/as,uh]''''' | Kongres Ulama Perempuan Indonesia dihadiri lebih dari 500 orang peserta dari Aceh hingga Papua dan sekitar 200 orang pemantau dari berbagai negara. '''''[aw/as,uh]''''' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||