Lompat ke isi

KUPI, Kebangkitan Ulama Perempuan Di Cirebon: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://www.tribunnews.com/regional/2017/04/26/kupi-kebangkitan-ulama-perempuan-di-cirebon tribunnews.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|26 April 2017
|-
|Penulis
|:
|
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://www.tribunnews.com/regional/2017/04/26/kupi-kebangkitan-ulama-perempuan-di-cirebon KUPI, Kebangkitan Ulama Perempuan Di Cirebon]
|}
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy Babakan, Ciwaringin, Cirebon, bertema peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy Babakan, Ciwaringin, Cirebon, bertema peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.


Baris 6: Baris 25:


Peserta yang hadir pun tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi ada beberapa ulama perempuan yang datang dari sejumlah negara sahabat.
Peserta yang hadir pun tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi ada beberapa ulama perempuan yang datang dari sejumlah negara sahabat.
Tribunnews.com, 26 April 2017
''Sumber: http://www.tribunnews.com/regional/2017/04/26/kupi-kebangkitan-ulama-perempuan-di-cirebon''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2025 14.36

Info Artikel:

Sumber Original : tribunnews.com
Tanggal Publikasi : 26 April 2017
Penulis :
Artikel Lengkap : KUPI, Kebangkitan Ulama Perempuan Di Cirebon

Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy Babakan, Ciwaringin, Cirebon, bertema peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Dalam acara ini, yang jadi sejumlah bahasan utama adalah isu-isu yang selama ini dekat dengan perempuan, seperti pernikahan anak, kekerasan seksual dan perusakan alam di dunia khususnya di Indonesia.

Dibuka Selasa (25/4/2017), kongres akan berakhir esok hari, Kamis, 27 April 2017.

Peserta yang hadir pun tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi ada beberapa ulama perempuan yang datang dari sejumlah negara sahabat.