Mencari Eksistensi Keulamaan Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
|}'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|Sindo | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|26 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Erika Lia | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|Mencari Eksistensi Keulamaan Perempuan | |||
|} | |||
Ulama perempuan sejatinya berkontribusi untuk agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. Hanya, keberadaan mereka terpinggirkan selama berabad-abad akibat sejarah dikontribusi sepihak. | Ulama perempuan sejatinya berkontribusi untuk agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan. Hanya, keberadaan mereka terpinggirkan selama berabad-abad akibat sejarah dikontribusi sepihak. | ||
| Baris 6: | Baris 25: | ||
Bertema ‘Peran Ulama Perempuan Dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan’, KUPI pertama ini diagendakan digelar selama tiga hari sejak Selasa (25/4) hingga Jumat (27/4). Erika Lia | Bertema ‘Peran Ulama Perempuan Dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan’, KUPI pertama ini diagendakan digelar selama tiga hari sejak Selasa (25/4) hingga Jumat (27/4). Erika Lia | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||