Lompat ke isi

Peran Ulama Perempuan di Arab Saudi dan Pakistan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan ayocirebon.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|27 April 2017
|-
|Penulis
|:
|
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan Peran Ulama Perempuan di Arab Saudi dan Pakistan]
|}
Ulama Arab Saudi dan Pakistan menegaskan bahwa ulama perempuan mempunyai peran untuk menyebar pesan-pesan dari Islam moderat.
Ulama Arab Saudi dan Pakistan menegaskan bahwa ulama perempuan mempunyai peran untuk menyebar pesan-pesan dari Islam moderat.


Baris 14: Baris 33:


"Karenanya para ibu diminta untuk bisa menjadi agen perubahan yang positif, sehingga anak-anak tidak terlibat dalam paham radikalisme," katanya.
"Karenanya para ibu diminta untuk bisa menjadi agen perubahan yang positif, sehingga anak-anak tidak terlibat dalam paham radikalisme," katanya.
Ayocirebon.com, 26 April 2017
''Sumber: http://ayocirebon.com/read/20170426/122/200/peran-ulama-perempuan-di-arab-saudi-dan-pakistan''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]

Revisi terkini sejak 1 September 2025 14.49

Info Artikel:

Sumber Original : ayocirebon.com
Tanggal Publikasi : 27 April 2017
Penulis :
Artikel Lengkap : Peran Ulama Perempuan di Arab Saudi dan Pakistan

Ulama Arab Saudi dan Pakistan menegaskan bahwa ulama perempuan mempunyai peran untuk menyebar pesan-pesan dari Islam moderat.

Ulama dari Arab Saudi, Hatoon Al Fasi, menjelaskan jika ulama perempuan mempunyai tanggung jawab besar dalam menyampaikan Islam moderat serta pesan mengenai kesetaraan dan kemanusiaan pada publik umum.

Disamping itu banyak ulama perempuan mempunyai keahlian dalam studi agama untuk memberikan fatwa dan juga ijtihad, mereka juga merupakan para pendidik bagi kaum perempuan.

“Mereka memiliki pengetahuan tentang Islam, dapat memberikan spirit kesetaraan dan keadilan, namun di dunia Arab para Alimat atau Ulama perempuan tidak terlalu banyak," ujarnya di IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon, Selasa (725/4/2017) dalam acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Hatoon menambahkan jika berbicara mengenai budaya perempuan di Arab Saudi, itu akan menjadi lebih kompleks lantaran tradisi negara Islam yang menjadikan sangat kaku dalam semua aspek kehidupan ekonomi, politik, dan sosial.

Sementara itu ulama perempuan asal Pakistan, Mossarat Qadeem, menjelaskan bahwa peran perempuan di Pakistan saat ini sangat berat karena mereka sudah tercerabut dari akarnya. Ditambah lagi dengan perlakuan yang mereka dapatkan dari lingkungan sosial yang terkadang menjerumuskan mereka menjadi korban bom bunuh diri.

Dalam situasi kebingungan ini mereka terinsfiltrasi oleh maulananya dengan paham-paham radikal.

"Karenanya para ibu diminta untuk bisa menjadi agen perubahan yang positif, sehingga anak-anak tidak terlibat dalam paham radikalisme," katanya.