Lompat ke isi

2023 Childcare in Lampung Saibatin Indigenous Community from the Perspective of Mubadalah and its Contribution to the Development of Family Law in Indonesia: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity|isbn=2807-8268|pub_date=December 29, 2023|co...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity|isbn=2807-8268|pub_date=December 29, 2023|cover_artist=|pages=|series=Volume 3, No. 2 (2023)|author=|title_orig=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity}}
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Smart.jpg|italic title=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity|isbn=2807-8268|pub_date=December 29, 2023|cover_artist=|pages=|series=Volume 3, No. 2 (2023)|author=|title_orig=SMART: Journal of Sharia, Tradition and Modernity}}
{|
{|
|Nama Jurnal
|Nama Jurnal
Baris 21: Baris 21:
| ''Deddy Sutendy (District Attorney of Kulon Progo Yogyakarta, Indonesia), Rozana Isa (Exekutive Director at Sisters in Islam, Malaysia)''
| ''Deddy Sutendy (District Attorney of Kulon Progo Yogyakarta, Indonesia), Rozana Isa (Exekutive Director at Sisters in Islam, Malaysia)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz. Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''This article examines childcare in the Lampung Saibatin indigenous community from the perspective of [[mubadalah]] and its contribution to the development of family law in Indonesia. This research is field research or filed research conducted in the Lampung Saibatin indigenous community in Lampung Province, conducting interviews with Lampung Saibatin traditional leaders and Lampung Saibatin indigenous people, analyzed qualitatively using the theory of mubadalah. The results of the study show that the Lampung Saibatin indigenous community has a pattern of childcare carried out by the mother, but as time goes by there are already some parents who have implemented that in childcare is carried out jointly by both parents. The existence of care that is dominated by the mother because the father earns a living for the needs of the family, on the other hand there is a classic paradigm that the wife's job is to take care of the house and children while the husband works. In this digital era, it is expected that childcare is carried out jointly, father and mother proportionally, so that this research contributes to campaigning for balanced parenting or mubadalah between father and mother. At the same time as an effort to educate the Lampung Saibatin community who still have a classic paradigm that emphasizes the dominance of childcare only to the mother, so that they can slowly change the paradigm into childcare that has a more balanced value of mubadalah between the father and mother.''


'''''Keyword:''' Childcare; Lampung Saibaitin; Mubadalah''


'''Abstrak'''


Artikel ini mengkaji pengasuhan anak pada masyarakat Adat Lampung Saibatin perspektif ''mubadalah'' dan kontribusinya bagi pengembangan [[Hukum Keluarga|hukum keluarga]] di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau filed research yang dilaksanakan pada masyarakat Adat Lampung Saibatin di Provinsi Lampung, melakukan wawancara dengan [[tokoh]] adat lampung sebatin dan masayrakat adat Lampung Saibatin, dianalisis secara kualitatif menggunakan teori ''mubadalah.'' Hasil penelitian bahwa Masyarakat adat Lampung Saibatin pola pengasuhan anak dilakukan oleh ibu, namun seiring berkembangnya zaman sudah ada beberapa orangtua yang telah menerapkan bahwa dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama oleh kedua orang tua. Adanya pengasuhan yang di dominasi oleh ibu dikarenakan ayah mencari [[nafkah]] untuk kebutuhan keluarga, disisi yang lain terdapat paradigma klasik bahwa istri tugasnya ialah mengurus rumah dan anak sedangkan suami berkerja. Pada era digital ini diharapkan dalam pengasuhan anak dilakukan secara bersama-sama, ayah dan ibu secara proporsional, sehingga dengan adanya penelitian ini berkontribusi untuk mengkampanyekan pola asuh yang berimbang kesalingan atau ''mubadalah'' antara ayah dan ibu. Sekaligus sebagai upaya edukasi masyarakat Lampung Saibatin yang masih memiliki paradigma klasik yang menitik beratkan dominasi pengasuhan anak hanya kepada ibunya, sehingga perlahan-lahan dapat merubah paradigma tersebut menjadi pengasuhan anak yang lebih memiliki nilai kesalingan ''mubadalah'' antara ayah dan ibu.


'''Kata Kunci:''' ''Pengasuhan Anak; Lampung Saibaitin; Mubadalah''


'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''http://dx.doi.org/10.24042/smart.v3i2.20506'''''
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''http://dx.doi.org/10.24042/smart.v3i2.20506'''''
Baris 36: Baris 38:
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2023]]