Lompat ke isi

2023 Faqihuddin Abdul Kodir's Reasoning on Alimony The Epistemological Perspective of Bayani, Burhani, and Irfani: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 23: Baris 23:
'''''Abstract'''''
'''''Abstract'''''


''The reinterpretation of the concept of alimony plays a pivotal role in defining familial roles. This article delves into the epistemological reasoning of [[Faqihuddin Abdul Kodir]] in redefining the concept of alimony within a modern context. Employing conceptual and philosophical approaches, the article reveals that the alimony concept introduced by Kodir is a product of epistemological reasoning encompassing bāyani, burhāni, and irfānidimensions. Bāyanireasoning  is   demonstrated   through   an   understanding approachand the tabdīl (replacement) method used to analyze alimony texts. Burhānireasoning is supported by rational thinking, utilizing primaryand minor premises derived from the current phenomena within family dynamics. Irfānireasoning  is evidenced through the elucidation of meaning by Kodir, specifically regarding alimony texts as a project for the development of divine law (al-aḥkām al-ilāhiyyah) based on the values of love and compassion (raḥmatan lil 'ālamin). This reformulation has implications for methodological and practical innovations regarding alimony in local and global contexts.''
''The reinterpretation of the concept of alimony plays a pivotal role in defining familial roles. This article delves into the epistemological reasoning of [[Faqihuddin Abdul Kodir]] in redefining the concept of alimony within a modern context. Employing conceptual and philosophical approaches, the article reveals that the alimony concept introduced by Kodir is a product of epistemological reasoning encompassing bayani, burhani, and irfani dimensions. bayani reasoning is demonstrated through an understanding approachand the tabdīl (replacement) method used to analyze alimony texts.  burhanireasoning is supported by rational thinking, utilizing primaryand minor premises derived from the current phenomena within family dynamics. irfani reasoning is evidenced through the elucidation of meaning by Kodir, specifically regarding alimony texts as a project for the development of divine law (al-aḥkām al-ilāhiyyah) based on the values of love and compassion (raḥmatan lil 'ālamin). This reformulation has implications for methodological and practical innovations regarding alimony in local and global contexts.''


'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Pembaharuan   interpretasi   terhadap   konsep   [[nafkah]]   berperan   penting   dalam pembagian   peran   dalam   keluarga. Artikel   ini mengkaji penalaran   epistemologis Faqihuddin Abdul Kodir dalam mereformulasi konsep nafkah dalam konteks modern. Dengan memanfatkan pendekatan konseptual dan filosofis, artikel ini menemukan bahwa konsep nafaqah yang digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir dihasilkan melalui penalaran epistemologis bayani, burhani dan irfāni. Penalaranbāyanidibuktikan dengan   pendekatan   pemahaman   dan   metode tabdīlyang   digunakan   untuk menganalisis   teks-teks nafkah.Penalaran burhānidibuktikan  dengan   pemikiran rasional menggunakan mayor dan minor yang berasal dari realitas fenomena keluarga saat ini. Penalaran irfānidibuktikan dengan pengungkapan makna yang dilakukan oleh Kodir, yaitu teks nafkah sebagai proyek pengembangan hukum ilāhiyyahberdasarkan raḥmatan lil 'ālamin. Artikel ini berimplikasi pada pembaharuan metodologis dan praktisterhadap nafkah, dalam konteks lokal dan global.
Pembaharuan interpretasi terhadap konsep [[nafkah]] berperan penting dalam pembagian peran dalam keluarga. Artikel ini mengkaji penalaran epistemologis Faqihuddin Abdul Kodir dalam mereformulasi konsep nafkah dalam konteks modern. Dengan memanfatkan pendekatan konseptual dan filosofis, artikel ini menemukan bahwa konsep nafaqah yang digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir dihasilkan melalui penalaran epistemologis ''bayani'', ''burhani'' dan ''irfani''. Penalaran ''bayani'' dibuktikan dengan pendekatan pemahaman dan metode tabdīlyang digunakan untuk menganalisis teks-teks nafkah.Penalaran ''burhani'' dibuktikan dengan pemikiran rasional menggunakan mayor dan minor yang berasal dari realitas fenomena keluarga saat ini. Penalaran ''irfani'' dibuktikan dengan pengungkapan makna yang dilakukan oleh Kodir, yaitu teks nafkah sebagai proyek pengembangan hukum ''ilāhiyyah'' berdasarkan ''raḥmatan lil 'alamin''. Artikel ini berimplikasi pada pembaharuan metodologis dan praktisterhadap nafkah, dalam konteks lokal dan global.


'''Keywords:''' ''Alimony, Reasoning, Epistemology''
'''Keywords:''' ''Alimony, Reasoning, Epistemology''
Baris 35: Baris 35:
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2023]]

Revisi terkini sejak 3 April 2026 15.09

2023 Faqihuddin Abdul Kodir's Reasoning on Alimony The Epistemological Perspective of Bayani, Burhani, and Irfani
JudulAL-HUKAMA: The Indonesian Journal of Islamic Family Law
SeriVol. 13 No. 2 (2023): December
Tahun terbit
2023-12-05
ISBN2548-8147
Nama Jurnal : AL-HUKAMA: The Indonesian Journal of Islamic Family Law
Seri : Vol. 13 No. 2 (2023): December
Tahun : 2023-12-05
Judul Tulisan : Faqihuddin Abdul Kodir's Reasoning on Alimony The Epistemological Perspective of Bayani, Burhani, and Irfani
Penulis : Mohammad Fauzan Ni'ami (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Ahmad Izzuddin (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), Citra Widyasari S (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Abdul Karim Amrullah (Al-Azhar University)

Abstract

The reinterpretation of the concept of alimony plays a pivotal role in defining familial roles. This article delves into the epistemological reasoning of Faqihuddin Abdul Kodir in redefining the concept of alimony within a modern context. Employing conceptual and philosophical approaches, the article reveals that the alimony concept introduced by Kodir is a product of epistemological reasoning encompassing bayani, burhani, and irfani dimensions. bayani reasoning is demonstrated through an understanding approachand the tabdīl (replacement) method used to analyze alimony texts. burhanireasoning is supported by rational thinking, utilizing primaryand minor premises derived from the current phenomena within family dynamics. irfani reasoning is evidenced through the elucidation of meaning by Kodir, specifically regarding alimony texts as a project for the development of divine law (al-aḥkām al-ilāhiyyah) based on the values of love and compassion (raḥmatan lil 'ālamin). This reformulation has implications for methodological and practical innovations regarding alimony in local and global contexts.

Abstrak

Pembaharuan interpretasi terhadap konsep nafkah berperan penting dalam pembagian peran dalam keluarga. Artikel ini mengkaji penalaran epistemologis Faqihuddin Abdul Kodir dalam mereformulasi konsep nafkah dalam konteks modern. Dengan memanfatkan pendekatan konseptual dan filosofis, artikel ini menemukan bahwa konsep nafaqah yang digagas oleh Faqihuddin Abdul Kodir dihasilkan melalui penalaran epistemologis bayani, burhani dan irfani. Penalaran bayani dibuktikan dengan pendekatan pemahaman dan metode tabdīlyang digunakan untuk menganalisis teks-teks nafkah.Penalaran burhani dibuktikan dengan pemikiran rasional menggunakan mayor dan minor yang berasal dari realitas fenomena keluarga saat ini. Penalaran irfani dibuktikan dengan pengungkapan makna yang dilakukan oleh Kodir, yaitu teks nafkah sebagai proyek pengembangan hukum ilāhiyyah berdasarkan raḥmatan lil 'alamin. Artikel ini berimplikasi pada pembaharuan metodologis dan praktisterhadap nafkah, dalam konteks lokal dan global.

Keywords: Alimony, Reasoning, Epistemology

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://jurnalfsh.uinsa.ac.id/index.php/alhukuma/article/view/1946