Lompat ke isi

2022 Gender Justice Actualization Through Gender Islamic School: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan|isbn=2548-9887|pub_date...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 21: Baris 21:
| ''Muhammad Izzul Haq, Mochammad Najmul Afad (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)''
| ''Muhammad Izzul Haq, Mochammad Najmul Afad (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istriKompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasarDari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya. Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI. Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuzDengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''The Islamic School and Gender (SIG) is the first formal cadre of the Women’s Indonesian Islamic Student Movement Corps (PMII) after participating in the acceptance of new members organized by  the Indonesian  Islamic  Student  Movement  to provide  an  understanding of the  Islamic  perspective  in responding  to  gender  issuesThis  study  uses  qualitative  methods  with  interviews  and  participatory observations  and documentation  techniques  as  data  collection  techniquesThe  results  show  the Islamic School  and Gender (SIG) organized  by PMII  convey  the  values of  gender  equality,   [[mubadalah]] (mutuality), and  partiality  to  womenRecommendations  for  this  research  are  given  to  educational institutions  that  become  places  of  gender  equality  socialization  to  make  Islamic  and  Gender Schools as sone reference for students or young people to study Islam and gender.<br />'''Keywords:''' the Islamic school and gender, gender equality, woman''


'''Abstrak'''


Sekolah  Islam  dan  Gender  (SIG) merupakan  pengkaderan  formal  pertama Korps Pergerakan  Mahasiswa Islam  Indonesia (PMII) Putri setelah  mengikuti penerimaan  anggota baru yang diselenggerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan tujuan memberikan pemahaman  mengenai  cara  pandang Islam  dalam  menanggapi  isu  gender. Penelitian  ini menggunakan metode  kualitatif dengan wawancara  dan  observasi  partisipatif  serta  teknik dokumentasi  sebagai  teknik  pengambilan  data.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan bahwa Sekolah  Islam  dan  Gender  (SIG) yang  diselenggarakan  oleh  PMII  menyampaikan  nilai-nilai kesetaraan    gender,    sikap mubadalah (kesalingan) dan keberpihakan    atas    perempuan. Rekomendasi  penelitian  ini  diberikan  kepada  [[lembaga]]  pendidikan  yang  menjadi  tempat sosialisasi  kesetaraan  gender  agar  menjadikan  Sekolah  Islam  dan  Gender  menjadi  salah  satu rujukan kepada mahasiswa atau anak muda untuk belajar Islam dan gender.


 
'''Kata Kunci:''' sekolah Islam dan gender, kesetaraan, perempuanUntuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/almaiyyah/article/view/8670'''''
 
 
'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''
 
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/almaiyyah/article/view/8670'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2022]]

Revisi terkini sejak 3 April 2026 15.02

2022 Gender Justice Actualization Through Gender Islamic School
JudulAL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
SeriVol 15 No 2 (2022)
Tahun terbit
Desember 2022
ISBN2548-9887
Nama Jurnal : AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
Seri : Vol 15 No 2 (2022)
Tahun : Desember 2022
Judul Tulisan : Gender Justice Actualization Through Gender Islamic School
Penulis : Muhammad Izzul Haq, Mochammad Najmul Afad (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)

Abstract

The Islamic School and Gender (SIG) is the first formal cadre of the Women’s Indonesian Islamic Student Movement Corps (PMII) after participating in the acceptance of new members organized by the Indonesian Islamic Student Movement to provide an understanding of the Islamic perspective in responding to gender issues. This study uses qualitative methods with interviews and participatory observations and documentation techniques as data collection techniques. The results show the Islamic School and Gender (SIG) organized by PMII convey the values of gender equality, mubadalah (mutuality), and partiality to women. Recommendations for this research are given to educational institutions that become places of gender equality socialization to make Islamic and Gender Schools as sone reference for students or young people to study Islam and gender.
Keywords: the Islamic school and gender, gender equality, woman

Abstrak

Sekolah Islam dan Gender (SIG) merupakan pengkaderan formal pertama Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri setelah mengikuti penerimaan anggota baru yang diselenggerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai cara pandang Islam dalam menanggapi isu gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi partisipatif serta teknik dokumentasi sebagai teknik pengambilan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sekolah Islam dan Gender (SIG) yang diselenggarakan oleh PMII menyampaikan nilai-nilai kesetaraan gender, sikap mubadalah (kesalingan) dan keberpihakan atas perempuan. Rekomendasi penelitian ini diberikan kepada lembaga pendidikan yang menjadi tempat sosialisasi kesetaraan gender agar menjadikan Sekolah Islam dan Gender menjadi salah satu rujukan kepada mahasiswa atau anak muda untuk belajar Islam dan gender.

Kata Kunci: sekolah Islam dan gender, kesetaraan, perempuanUntuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/almaiyyah/article/view/8670