2022 Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Diktum vol20 no2.jpg|italic title=DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum|isbn=2548-8414|pub_date=Desember 2022|cover_artist=|p...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 21: | Baris 21: | ||
| ''[[Khotimatul Husna]] (Program Magister Ilmu Syariah, Jurusan [[Hukum Keluarga]] Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)'' | | ''[[Khotimatul Husna]] (Program Magister Ilmu Syariah, Jurusan [[Hukum Keluarga]] Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)'' | ||
|} | |} | ||
'''Abstract''' | '''''Abstract''''' | ||
''In understanding the texts to carry out legal istinbat (decisions/legal conclusions), mujtahids do not only pay attention to what is written in the explicit sentence structure, but also pay attention to what is implied by the text, namely the meaning contained through signs and dalalah (hint) nash The ushul [[fiqh]] scholars have differences in determining the distribution, levels, and methods for using this dalalah. However, this paper will only limit the opinion of Hanafiah scholars. The text's instructions (dalalah) need to be understood contextually regarding the relationship between husband and wife in the family, so that understanding the text can be a solution to contemporary family problems. This paper will examine dalalah with a new theoretical approach called qiraah [[mubadalah]] that was coined by Faqihuddi n Abdul Kodir in the interdependence of husband and wife according to the concept of the Nahdlatul Ulama maslahah family.'' | |||
'''''Keywords:''' dalalah; mutual relationship; maslahah family concept'' | |||
'''Abstrak''' | |||
Dalam memahami nash untuk melakukan istinbat (keputusan/kesimpulan hukum), mujtahid tidak hanya memperhatikan apa yang tertulis dalam truktur kalimat yang tersurat, tetapi juga memperhatikan apa yang tersirat dari teks, yaitu makna yang terkandung melalui tanda dan dalalah (petunjuk) nash Ulama ushul fiqh memiliki perbedaan dalam menentukan pembagian, tingkatan, dan metode penggunaan dalalah ini. Namun tulisan ini hanya akan membatasi pendapat ulama Hanafiah. Teks petunjuk (dalalah) perlu dipahami secara kontekstual terkait hubungan suami istri dalam keluarga, sehingga pemahaman teks dapat menjadi solusi atas permasalahan keluarga kontemporer. Tulisan ini akan mengkaji dalalah dengan pendekatan teori baru yang disebut qiraah mubadalah yang dicetuskan oleh [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dalam interdependensi suami istri menurut konsep keluarga maslahah Nahdlatul Ulama. | |||
'''''Kata Kunci:''' dalalah; relasi kesalingan; konsep keluarga masalah<br />''Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.3633''''' | |||
''''' | |||
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.3633''''' | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2022]] | |||
Revisi terkini sejak 3 April 2026 15.03
| Nama Jurnal | : | DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum |
| Seri | : | Vol 20 No 2 (2022) |
| Tahun | : | Desember 2022 |
| Judul Tulisan | : | Kajian Dalalah dalam Perspektif Relasi Kesalingan Suami Istri Menurut Konsep Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama |
| Penulis | : | Khotimatul Husna (Program Magister Ilmu Syariah, Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) |
Abstract
In understanding the texts to carry out legal istinbat (decisions/legal conclusions), mujtahids do not only pay attention to what is written in the explicit sentence structure, but also pay attention to what is implied by the text, namely the meaning contained through signs and dalalah (hint) nash The ushul fiqh scholars have differences in determining the distribution, levels, and methods for using this dalalah. However, this paper will only limit the opinion of Hanafiah scholars. The text's instructions (dalalah) need to be understood contextually regarding the relationship between husband and wife in the family, so that understanding the text can be a solution to contemporary family problems. This paper will examine dalalah with a new theoretical approach called qiraah mubadalah that was coined by Faqihuddi n Abdul Kodir in the interdependence of husband and wife according to the concept of the Nahdlatul Ulama maslahah family.
Keywords: dalalah; mutual relationship; maslahah family concept
Abstrak
Dalam memahami nash untuk melakukan istinbat (keputusan/kesimpulan hukum), mujtahid tidak hanya memperhatikan apa yang tertulis dalam truktur kalimat yang tersurat, tetapi juga memperhatikan apa yang tersirat dari teks, yaitu makna yang terkandung melalui tanda dan dalalah (petunjuk) nash Ulama ushul fiqh memiliki perbedaan dalam menentukan pembagian, tingkatan, dan metode penggunaan dalalah ini. Namun tulisan ini hanya akan membatasi pendapat ulama Hanafiah. Teks petunjuk (dalalah) perlu dipahami secara kontekstual terkait hubungan suami istri dalam keluarga, sehingga pemahaman teks dapat menjadi solusi atas permasalahan keluarga kontemporer. Tulisan ini akan mengkaji dalalah dengan pendekatan teori baru yang disebut qiraah mubadalah yang dicetuskan oleh Faqihuddin Abdul Kodir dalam interdependensi suami istri menurut konsep keluarga maslahah Nahdlatul Ulama.
Kata Kunci: dalalah; relasi kesalingan; konsep keluarga masalah
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.35905/diktum.v20i2.3633