Lompat ke isi

Refleksi Kongres: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(14 revisi perantara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''PROYEKSI MASA DEPAN ULAMA PEREMPUAN INDONESIA;'''
{{DISPLAYTITLE:Refleksi Kongres}}


'''Kumpulan Tulisan Refleksi Tentang KONGRES ULAMA PEREMPUAN INDONESIA (KUPI)'''
'''Refleksi Kongres''' adalah artikel-artikel lepas yang ditulis para peserta yang hadir sebagai refleksi atas penyelenggaraan kegiatan yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringan Cirebon, 25-27 April 2017 M bertepatan dengan 28-30 Rajab 1438 H.


Tidak disangka-sangka, kegiatan KUPI yang berlangsung pada 25-27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak termasuk peserta dan pengamat. Banyak di antara para peserta, pengamat dan panitia yang menuliskan dalam halaman/akun facebook-nya. Melihat banyaknya tulisan baik dalam bentuk refleksi maupun opini, dan juga pemberitaan di media terkait KUPI, akhirnya panitia berinisiatif untuk mengumpulkan tulisan-tulisan tersebut untuk didokumentasikan.
{|
|-
| {{Artikelfeat|title=[[Cerita dibalik Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)]]|content=KUPI adalah suatu rangkaian panjang dari kerja-kerja aktifis perempuan Muslim di Indonesia. Ia dimulai sekitar awal tahun 1990-an melalui kerja-kerja yang digawangi Mbak Lies Marcoes di P3M dan saya sebagai asisten beliau saat itu. Karena itu, ketika di hari pertama acara ini, saya sebenarnya mencari-cari Mbak Lies dan ingin memeluk beliau serta ingin mengatakan padanya bahwa ini merupakan buah kerjanya dalam rentang waktu yang cukup panjang.|line=[[Cerita dibalik Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)|Selengkapnya...]]}}
|}


Bagaimana pun tulisan ini penting menurut kami. Tulisan ini harus di dokumentasikan, sebagai masukan bagi panitia, agar bisa melihat sejauh mana kinerja dalam melaksanakan KUPI. Sebab dalam kegiatan KUPI, panitia tidak menyebarkan formulir evaluasi kepada para peserta maupun pengamat. Sehingga panitia sama sekali tidak bisa mengukur, apakah KUPI berjalan dengan baik dan memenuhi standar yang diharapkan atau masih jauh dari harapan.
{|
|-
| {{Artikelfeat|title=[[Mengapa KUPI di Cirebon?]]|content=Mengapa Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ini, diadakan di Cirebon? Demikian pertanyaan seorang kolega. Setidaknya ada tiga hal, aku mencoba menjawab. Pertama, Cirebon memiliki kesiapan kultural untuk mendukung KUPI, karena dihuni ratusan pesantren NU yang meyakini kebersatuan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Nilai yang menjadi motto KUPI. Kedua, karena ada Pesantren Kebon Jambu yang dipimpin seorang perempuan yang telah mendakwahkan keadilan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan hampir satu dekade ini.|line=[[Mengapa KUPI di Cirebon?|Selengkapnya...]]}}
|}


Oleh karena itu, melalui refleksi yang ditulis peserta, panitia maupun pengamat (jumlah keseluruhannya ada 64 tulisan), panitia bisa mengukur sejauh mana KUPI terselenggara untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang. Kami sadar, masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan KUPI kemarin. Tetapi hanya itu batas kemampuan kami, meskipun kami sudah berusaha semaksimal yang kami bisa.
== Refleksi Kongres ==
 
{{columns-list|colwidth=35em|
Akhirnya kami mengucapkan terimakasih kepada para penulis baik yang secara langsung kami minta tulisannya maupun yang kami ambil dari halaman facebook atau grup WhatsApp. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada penyusun dan editor yang sudah meluangkan waktu untuk membaca, mengedit dan menyusun, sehingga kumpulan tulisan refleksi dan opini ini bisa menjadi buku seperti yang ada di tangan pembaca ini. Semoga apa yang kita lakukan dicatat sebagai amal kebaikan yang bermanfaat untuk kemanusiaan.
<DynamicPageList>
 
category = Refleksi Kongres 1
Salam KUPI.....
mode = ordered
 
ordermethod = sortkey
{{Refleksi}}
order    = ascending
</DynamicPageList>
}}
__TANPADAFTARISI__
__TANPASUNTINGANBAGIAN__