Lompat ke isi

2016 Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Islam Indonesia vol6 no2.jpg|italic title=Jurnal Islam - Indonesia|isbn=2089-4104|pub_date=2017-02-09|cover_artist=|page...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Islam Indonesia vol6 no2.jpg|italic title=Jurnal Islam - Indonesia|isbn=2089-4104|pub_date=2017-02-09|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 02 (2016)|author=|title_orig=Jurnal Islam - Indonesia}}
{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Islam Indonesia vol6 no2.jpg|italic title=Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender|isbn=2089-4104|pub_date=2017-02-09|cover_artist=|pages=|series=Vol. 6 No. 02 (2016)|author=[[Faqihuddin Abdul Kodir]]|title_orig=Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender|name=Jurnal Islam - Indonesia|notes=Download PDF|website=[https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28 Jurnal Islam - Indonesia]}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Nama Jurnal
|Sumber
|:
|:
| Jurnal Islam - Indonesia
| [https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28 Jurnal Islam - Indonesia]
|-
|-
|Seri
|Seri
Baris 9: Baris 9:
| Vol. 6 No. 02 (2016)
| Vol. 6 No. 02 (2016)
|-
|-
|Tahun
|DOI
|:
|:
| 2017-02-09
| -
|-
|Judul Tulisan
|:
|''[https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28 Mafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender]''
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 21: Baris 17:
| ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''
| ''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''
|}
|}
'''Abstract'''
'''Abstrak'''
 
Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar.  Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz.  Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128).  Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
 
 
 
 
 


'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''  
Bahasa Arab adalah ''gendered languaged'', atau bahasa yang membedakan laki-laki dan perempuan di semua jenis kata, baik kata benda, kata kerja, maupun kata ganti. [[Al-Qur’an]] dan [[Hadits]], sebagai teks yang menggunakan medium Bahasa Arab, tidak terlepas dari karakteristik ini yang sedikit banyak ikut menyumbang tafsir yang tidak adil gender. ''Mafhūm mubādalah'', yang berbarti perspektif resiprokal, melengkapi pendekatan yang selama ini sudah ada, yaitu ''tanshīsh'' (menyebut jenis kelamin tertentu) dan ''taghlīb'' (memasukkan perempuan pada kata/kalimat bentuk laki-laki). Sebagai perspektif, ia meniscayakan relasi ketersalingan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai metode baca teks, ia meniscayakan bahwa baik teks dalam bentuk laki-laki atau dalam bentuk perempuan, adalah tetap untuk keduanya, selama nilai yang dikandungnya bersifat universal dan lintas gender.


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://jurnal-islam-indonesia.isif.ac.id/index.php/Jurnal-Islam-Indonesia/article/view/28'''''
'''''Keywords: -'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2016]]

Revisi terkini sejak 3 April 2026 14.54

Jurnal Islam - Indonesia
JudulMafhum Mubadalah: Ikhtiar Memahami Qur’an dan Hadits untuk meneguhkan Keadilan Resiprokal Islam dalam Isu-isu Gender
PenulisFaqihuddin Abdul Kodir
SeriVol. 6 No. 02 (2016)
Tahun terbit
2017-02-09
ISBN2089-4104
Situs webJurnal Islam - Indonesia
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Jurnal Islam - Indonesia
Seri : Vol. 6 No. 02 (2016)
DOI : -
Penulis : Faqihuddin Abdul Kodir

Abstrak

Bahasa Arab adalah gendered languaged, atau bahasa yang membedakan laki-laki dan perempuan di semua jenis kata, baik kata benda, kata kerja, maupun kata ganti. Al-Qur’an dan Hadits, sebagai teks yang menggunakan medium Bahasa Arab, tidak terlepas dari karakteristik ini yang sedikit banyak ikut menyumbang tafsir yang tidak adil gender. Mafhūm mubādalah, yang berbarti perspektif resiprokal, melengkapi pendekatan yang selama ini sudah ada, yaitu tanshīsh (menyebut jenis kelamin tertentu) dan taghlīb (memasukkan perempuan pada kata/kalimat bentuk laki-laki). Sebagai perspektif, ia meniscayakan relasi ketersalingan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai metode baca teks, ia meniscayakan bahwa baik teks dalam bentuk laki-laki atau dalam bentuk perempuan, adalah tetap untuk keduanya, selama nilai yang dikandungnya bersifat universal dan lintas gender.

Keywords: -