Lompat ke isi

2020 Pembacaan Mubadalah terhadap Hadist Perempuan sebagai Aurat dan Implikasinya terhadap Relasi Gender: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:Jurnal Islamika Inside Vol6 no2.jpg|italic title=ISLAMIKA INSIDE: Jurnal Keislaman dan Humaniora|isbn=2580-8885|pub_date...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 21: Baris 21:
| ''Faisal Haitomi, Nurun Najwah''
| ''Faisal Haitomi, Nurun Najwah''
|}
|}
'''Abstract'''
'''''Abstract'''''


Dalam Kompilasi Hukum Islam, pengertian nusyuz secara eksklusif mengatur tentang nusyuz yang dilakukan oleh istri.  Kompilasi Hukum Islam yang menganut hukum nusyuz tetap berpijak pada fikih patriarki yang berlandaskan pada ajaran agama yang mendasar. Dari segi metodologi, KHI tetap menyerupai gagasan para peneliti sebelumnya.  Perspektif dan konteks umat Islam Indonesia belum tertanam secara baik dalam rumusan perundang-undangan KHI.  Kandungan materiilnya, sebagai hukum positif di Indonesia, adalah keabsahan [[fiqh]] yang memberikan kedudukan tersendiri bagi perempuan. Kajian penelitian dilakukan melalui pendekatan konseptual (conceptual appoarch). Disamping itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Al-Qur'an memperlakukan nusyuz dari dua sudut pandang, sehingga menjadikannya sebagai penghujatan dalam kaitannya dengan nusyuz.  Dengan kata lain, nusyuz itu ada dua macam: satu dari istri (QS. an-Nisa [4]: ​​34) dan satu lagi dari suami (QS. an-Nisa [4]: ​​128). Cara apapun (mauizhatul hasanah, hajrun, dhorbun, islah, ihsan, taqwa) dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
''This paper discusses the discourse on gender equality which is a hot issue to date. This research uses the [[mubadalah]] approach (annoyance/cooperation) which was initiated by [[Faqihuddin Abdul Kodir]] as an analysis tool. In the meantime, this research is focused on answering how the interpretation of mubad is from the hadith which is the object of this research. From the discussion presented, this research concluded that the editorial hadith about women as genitals which was later understood as the theological basis for housing women was not appropriate, because the main idea of ​​this hadith is not that of keeping the soul (Hifz Nafs), protecting the offspring (Hifz an-Nasl) and safeguarding property (Hifz al-Mal). Therefore, from the main idea of ​​the above hadith, it is concluded that it is not only women who are recommended to guard these three things, men on the other hand are also charged with the same responsibility.''


'''''Keywords:''' Interpretation, Mubadalah, Gender Relations''


'''Abstrak'''


Paper  ini  mendiskusikan  seputar  wacana  kesetaraan  gender yang  merupakan  salah  satu  isu  hangat  sampai  saat  sekarang. Riset  ini menggunakan  pendekatan  mubadalah  (kesalingan/kerjasama)  yang diinisiasi  oleh  Faqihuddin  Abdul  Kodir  sebagai  pisau  analisis.  Dalam pada  itu  riset  ini  difokuskan  untuk  menjawab  bagaimana  interpretasi mubadalah  dari  hadis  yang  dijadikan  objek  dalam  riset  ini.  Dari  diskusi yang  dihadirkan,  riset  ini  menyimpulkan bahwa redaksi  hadis  tentang perempuan  sebagai  [[aurat]]  yang  kemudian  difahami  sebagai  dasar teologis  untuk  merumahkan  perempuan  tidaklah tepat,  karena  gagasan utama  dari  hadist ini  bukanlah  demikian,  melainkan  menjaga jiwa  (HifzNafs),  menjaga  keturunan  (Hifz  an-Nasl)  serta  menjaga  harta  (Hifz  al-Mal). Oleh karena itu, dari  gagasan utama hadist di  atas ditarik konklusi bahwa  tidak  hanya  perempuan  saja  yang  dianjurkan  menjaga  tiga  hal tersebut,  laki-laki  dipihak  lain  juga  dibebankan  dengan  tanggung  jawab yang sama.


 
'''''Kata Kunci:''' Interpretasi, Mubadalah, Relasi Gender.<br />''Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://islamikainside.uinkhas.ac.id/index.php/islamikainside/article/view/105'''''
 
'''''Keywords:''' Nusyuz, KHI, [[Mubadalah]]''  
 
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: '''''https://islamikainside.uinkhas.ac.id/index.php/islamikainside/article/view/105'''''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2020]]