Lompat ke isi

Pengakuan Akademik atas Pemikiran Kiai Husein Muhammad: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 22: Baris 22:
Buah pikiran Buya Husein yang pertama, bahwa kemaslahatan bukan hanya sekadar membawa kemaslahatan dan menolak keburukan. Melainkan menjaga tujuan syariat yang terangkum dalam lima pilar (al-kulliyyah al-khomsah). Maka, setiap hal yang mengandung perlindungan itu adalah [[maslahat]] dan setiap hal yang menegasikannya itu mafsadat. Jadi jelas, menghindar dari segala apa yang mendatangkan keburukan itu pasti maslahat.
Buah pikiran Buya Husein yang pertama, bahwa kemaslahatan bukan hanya sekadar membawa kemaslahatan dan menolak keburukan. Melainkan menjaga tujuan syariat yang terangkum dalam lima pilar (al-kulliyyah al-khomsah). Maka, setiap hal yang mengandung perlindungan itu adalah [[maslahat]] dan setiap hal yang menegasikannya itu mafsadat. Jadi jelas, menghindar dari segala apa yang mendatangkan keburukan itu pasti maslahat.


Sesungguhnya pilar maqoshid tidak hanya itu, menurut Buya Husein, menjaga kehormatan manusia dan lingkungan juga termasuk didalamnya sebagaimana telah dijelaskan para ulama ushul. Dua pilar terakhir ini yang tidak banyak orang mencermatinya. Buya Husein memberi perhatian terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Bertahun-tahun lamanya Buya Husein memikirkan bagaimana pilar-pilar dasar tujuan penerapan syari’ah ini operasional dan menjadi solusi atas masalah-masalah ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang hari-hari ini marak dilakukan oleh umat Islam.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]