Lompat ke isi

Kyai Husein Muhammad Sang Ulama Feminis: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Mubadalah.id] |- |Penulis |: |Napol |- |Tanggal Publikasi |: |24/09/2022 |- |Arti...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Mubadalah.id]
|[https://magdalene.co/story/kyai-husein-muhammad-sang-ulama-feminis/ magdalene.co]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Napol
|Hera Diani
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|24/09/2022  
|August 1, 2022
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Biografi KH Husein Muhammad]
|[https://magdalene.co/story/kyai-husein-muhammad-sang-ulama-feminis/ Kyai Husein Muhammad Sang Ulama Feminis]
|}'''[[Mubadalah]].id–''' Salah satu kiyai memberikan sumbangan besar terhadap kesetaraan gender ialah KH [[Husein Muhammad]]. Pemikiran Kiyai asal Cirebon ini senantiasa relevan di Indonesia. Berikut ini [[biografi KH Husein Muhammad]].
|}'''Magdalene-''' Kyai [[Husein Muhammad]] teleh memprakarsai kampanye tentang hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual berbasis Islam di Pondok Pesantren.


Dewasa ini, patriarkisme tengah digempur oleh kebudayaan dan peradaban modern: sebuah dunia baru yang mengasaskan diri pada demokrasi dan hak-hak dasar manusia.
Vagina bukanlah sebuah kata yang lazim didengar dalam percakapan sehari-hari dengan seorang ulama. Namun Husein Muhammad, atau yang lebih dikenal akrab sebagai Kyai Husein, dengan santai melakukan hal tersebut, tanpa bernada merendahkan.


Demokrasi meniscayakan sistem yang mengharapkan tidak adanya struktur perbedaan kelas social yang mapan berdasarkan agama, ras, gender, maupun status sosial. Maka, di zaman yang terus berubah, masyarakat memerlukan kontekstualisasi teks-teks agama untuk dijadikan rujukan atas solusi dari masalah-masalah yang dihadapi, termasuk persoalan hak-hak perempuan yang terenggut karena dimapankan oleh tafsir teks-teks agama yang tidak sesuai konteks zaman.
Ia memang aktivis hak reproduksi anak muda, bahkan telah memprakarsai sebuah kampanye hak kesehatan seksual dan reproduksi berbasis Islam di pondok pesantren, melalui Institut [[Fahmina]] di Cirebon, Jawa Barat.
 
Menjabat sebagai kepala sekolah dari pesantren Dar al [[Tauhid]] di Arjawinangun, Cirebon, Kyai Husein juga merupakan anggota Komisi Nasional Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), telah mendirikan beberapa LSM perempuan, serta menulis sejumlah artikel dan buku mengenai hukum Islam (fikih) mengenai perempuan, permasalahan gender di pesantren, dan pluralisme.


KH Husein Muhammad adalah salah satu dari sedikit ulama laki-laki yang banyak mencetuskan pemikiran-pemikiran kritis berbasis teks agama dan kitab-kitab kuning sebagai upayanya membela hak-hak perempuan dan membedah pemapanan relasi timpang.Tokoh-[[tokoh]] feminis lain yang sepemikiran di antaranya: Margot Badran, Asma Barlas, Amina Wadud, Fatima Mernissi, Lois Lamya al-Faruqi.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]

Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 13.58

Info Artikel

Sumber : magdalene.co
Penulis : Hera Diani
Tanggal Publikasi : August 1, 2022
Artikel Lengkap : Kyai Husein Muhammad Sang Ulama Feminis

Magdalene- Kyai Husein Muhammad teleh memprakarsai kampanye tentang hak-hak kesehatan reproduksi dan seksual berbasis Islam di Pondok Pesantren.

Vagina bukanlah sebuah kata yang lazim didengar dalam percakapan sehari-hari dengan seorang ulama. Namun Husein Muhammad, atau yang lebih dikenal akrab sebagai Kyai Husein, dengan santai melakukan hal tersebut, tanpa bernada merendahkan.

Ia memang aktivis hak reproduksi anak muda, bahkan telah memprakarsai sebuah kampanye hak kesehatan seksual dan reproduksi berbasis Islam di pondok pesantren, melalui Institut Fahmina di Cirebon, Jawa Barat.

Menjabat sebagai kepala sekolah dari pesantren Dar al Tauhid di Arjawinangun, Cirebon, Kyai Husein juga merupakan anggota Komisi Nasional Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), telah mendirikan beberapa LSM perempuan, serta menulis sejumlah artikel dan buku mengenai hukum Islam (fikih) mengenai perempuan, permasalahan gender di pesantren, dan pluralisme.