Membangun Bahtera Rumah Tangga secara Bersama-sama: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel''' | '''Info Artikel''' | ||
{| | {| | ||
| | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https://www.nu.or.id/pustaka/membangun-bahtera-rumah-tangga-secara-bersama-sama-YzIGj nu.or.id] | |[https://www.nu.or.id/pustaka/membangun-bahtera-rumah-tangga-secara-bersama-sama-YzIGj nu.or.id] | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
Menikah perlu dipastikan dilakukan untuk mencapai kenyamanan dan ketenangan dalam hidup bersama pasangannya. Hal ini sebagaimana yang sudah digariskan Allah swt dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 21, litaskunu ilaiha. Kedua orang yang berpasangan ini harus saling berkomitmen dalam menciptakan ketenangan, ketentraman, dan kenyamanan. | Menikah perlu dipastikan dilakukan untuk mencapai kenyamanan dan ketenangan dalam hidup bersama pasangannya. Hal ini sebagaimana yang sudah digariskan Allah swt dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 21, litaskunu ilaiha. Kedua orang yang berpasangan ini harus saling berkomitmen dalam menciptakan ketenangan, ketentraman, dan kenyamanan. | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||