Lompat ke isi

Perempuan, Fitnah dan Persimpangan Tafsir Agama: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel'''
'''Info Artikel'''
{|
{|
|Nama Media
|Sumber
|:
|:
|[https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-fitnah-dan-persimpangan-tafsir-agama-/6224181.html VOA Indonesia]
|[https://www.voaindonesia.com/a/perempuan-fitnah-dan-persimpangan-tafsir-agama-/6224181.html VOA Indonesia]
Baris 22: Baris 22:


Sakdiyah mencatat tiga fenomena yang melingkupi wacana perempuan dan Islam belakangan ini. Pertama adalah meningkatnya gairah keberagamaan. Sayangnya, di satu sisi gairah ini memunculkan narasi yang justru kembali meminggirkan dan mendiskriminasi perempuan. Ada upaya mengembalikan perempuan pada peran-peran terbatasnya di masa lalu. Tidak mengherankan, jika muncul pertanyaan atas pilihan Sakdiyah menjalani profesinya.
Sakdiyah mencatat tiga fenomena yang melingkupi wacana perempuan dan Islam belakangan ini. Pertama adalah meningkatnya gairah keberagamaan. Sayangnya, di satu sisi gairah ini memunculkan narasi yang justru kembali meminggirkan dan mendiskriminasi perempuan. Ada upaya mengembalikan perempuan pada peran-peran terbatasnya di masa lalu. Tidak mengherankan, jika muncul pertanyaan atas pilihan Sakdiyah menjalani profesinya.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
 
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]]