Ucapan Selamat dari Tokoh Nasional: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
=== Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian) === | === Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian) === | ||
''“Indonesia dan dunia membutuhkan kehadiran kiprah para ulama perempuan. Semoga langkah KUPI di Cirebon menjadi langkah pertama kita untuk ikut berkontribusi menyembuhkan dunia. Dan semoga berbuah berkah Allah SWT.”'' | ''“Indonesia dan dunia membutuhkan kehadiran kiprah para ulama perempuan. Semoga langkah [[KUPI]] di Cirebon menjadi langkah pertama kita untuk ikut berkontribusi menyembuhkan dunia. Dan semoga berbuah berkah Allah SWT.”'' | ||
=== Drs. H. Lukman Syaefuddin (Menteri Agama Republik Indonesia) === | === Drs. H. Lukman Syaefuddin (Menteri Agama Republik Indonesia) === | ||
''“Saya mencatat tiga makna strategis Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia. Pertama, ia telah berhasil memperjuangkan keadilan melalui kesadaran peran dan relasi hubungan laki-laki dan perempuan. Kedua, ia telah mampu melakukan tidak hanya rekognisi, tapi juga revitalisasi terhadap peran ulama-ulama perempuan sejak zaman Siti ‘Aisyah istri Rasulullah sampai terus di Indonesia ini. Ketiga, Kongres ini telah berhasil meneguhkan sekaligus menegaskan bahwa moderasi Islam itu harus senantiasa kita kedepankan. Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin, Islam yang tidak menyudutkan posisi kedudukan perempuan, Islam yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama.”'' | ''“Saya mencatat tiga makna strategis Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia. Pertama, ia telah berhasil memperjuangkan keadilan melalui kesadaran peran dan relasi hubungan laki-laki dan perempuan. Kedua, ia telah mampu melakukan tidak hanya rekognisi, tapi juga revitalisasi terhadap peran ulama-ulama perempuan sejak zaman Siti ‘Aisyah istri Rasulullah sampai terus di Indonesia ini. Ketiga, Kongres ini telah berhasil meneguhkan sekaligus menegaskan bahwa moderasi Islam itu harus senantiasa kita kedepankan. Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin, Islam yang tidak menyudutkan posisi kedudukan perempuan, Islam yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama.”'' | ||
[[Kategori:Dokumen]] | |||
[[Kategori:Dokumen Kongres 1]] | |||