Lompat ke isi

Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id] |- |Penulis |: |Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm |- |Tanggal Pu...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id]
|[https://majalah.tempo.co/read/wawancara/163154/wawancara-cendekiawan-muslim-nur-rofiah-dakwah-untuk-keadilan-gender-bagi-perempuan majalah.tempo.co]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dr. [[Nur Rofiah]], Bil. Uzm
| -
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|Januari 9, 2022
|Sabtu, 8 Mei 2021
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ Fatwa, Female, dan Fitnah]
|[https://majalah.tempo.co/read/wawancara/163154/wawancara-cendekiawan-muslim-nur-rofiah-dakwah-untuk-keadilan-gender-bagi-perempuan Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi]
|}
|}
Cara pandang perempuan sebagai sumber [[fitnah]] terkait erat dengan cara pandang atas perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Setiap inci tubuh perempuan adalah sumber fitnah yang bisa menjadikan laki-laki berbuat ma’shiat sehingga mesti ditutup serapat mungkin. Bahkan suaranya pun dinilai [[aurat]]!
Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah [[Nur Rofiah]] menggelar Ngaji Keadilan Gender (KGI). Lewat forum dakwah yang digagasnya sejak Ramadan dua tahun lalu itu, doktor ilmu Al-Qur'an dan tafsri yang mengajar di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta Selatan ini memperjuangkan keadilan gender bagi perempuan. Nur berupaya membangun kesadaran tentang kemanusiaan perempuan yang setara dengan laki-laki. Dia berkenalan dengan isu keadilan gender saat masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kajijaga Yogyakarta, pada 1990an. Saat itu sedang ramai isu gender dihubungkan dengan Islam di Indonesia.


Mari kita refleksikan kesadaran kemanusiaan seperti apa yang ada di masyarakat Jahiliyah dan kesadaran kemanusiaan seperti apa pula yang sedang dibangun oleh Islam.
Selama turunnya pada tahun 611-634 M, Islam menggerakkan kesadaran masyarakat Jahiliyah bahwa perempuan dari adalah objek menjadi subjek penuh sistem kehidupan.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]]

Revisi terkini sejak 9 Juli 2025 14.34

Info Artikel

Sumber : majalah.tempo.co
Penulis : -
Tanggal Publikasi : Sabtu, 8 Mei 2021
Artikel Lengkap : Potensi Tafsir Bias Gender Masih Tinggi

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Nur Rofiah menggelar Ngaji Keadilan Gender (KGI). Lewat forum dakwah yang digagasnya sejak Ramadan dua tahun lalu itu, doktor ilmu Al-Qur'an dan tafsri yang mengajar di Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta Selatan ini memperjuangkan keadilan gender bagi perempuan. Nur berupaya membangun kesadaran tentang kemanusiaan perempuan yang setara dengan laki-laki. Dia berkenalan dengan isu keadilan gender saat masih kuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kajijaga Yogyakarta, pada 1990an. Saat itu sedang ramai isu gender dihubungkan dengan Islam di Indonesia.