Lompat ke isi

Tadarus Subuh ke-121: Bertetangga Secara Baik: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 2: Baris 2:




Islam sangat melarang umatnya untuk bersumpah atas nama Allah SWT, tapi berdampak buruk pada keluarga, harta, atau diri sendiri. Jika demikian, maka wajib dibatalkan dengan membayar kafarat (tebusan).


Nama Allah SWT tidak boleh digunakan untuk alasan tindak keburukan. Segala sesuatu mulia, agung, dan suci, tidak boleh menjadi sandaran untuk hal-hal buruk, menyakiti, jahat, dan zalim.
Salah satu bentuk kepedulian Islam pada kehidupan sosial adalah adanya aturan dalam bertetangga. Dalam Islam, kehidupan bertetangga memiliki nilai yang sangat penting dan dianggap sebagai bagian dari ibadah.


Mengapa?
Dalam berbagai hadis, Rasulullah Saw. selalu menekankan pentingnya bersikap baik terhadap tetangga, bahkan saking seringnya mendapatkan wasiat tentang berbuat baik dalam bertetangga, Rasulullah Saw. menyangka bahwa tetangga pun berhak mendapatkan waris.


Mari mengaji Hadis dari kitab Nabiyurrahmah: Larangan Bersumpah yang Berdampak Buruk kepada Keluarga
Apa saja kewajiban kita sebagai tetangga? Bagaimana bertetangga dengan [[mubadalah]]?
 
Mari mengaji Hadis dari Kitab Nabiyyurrahmah: Bertetangga Secara Baik
{|
{|
|Hari/Tanggal
|Hari/Tanggal
Baris 24: Baris 25:
|Narasumber
|Narasumber
|:
|:
|[[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penggagas Metode [[Mubadalah]], Founder Mubadalah.id, Muallif Kitab Nabiyyurrahmah)
|[[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penggagas Metode Mubadalah, Founder Mubadalah.id, Muallif Kitab Nabiyyurrahmah)
|-
|-
|Link Video
|Link Video
Baris 39: Baris 40:
Berkas:TdrSbh 121 (5).jpg
Berkas:TdrSbh 121 (5).jpg
Berkas:TdrSbh 121 (6).jpg
Berkas:TdrSbh 121 (6).jpg
Berkas:TdrSbh 121 (7).jpg
</gallery>
</gallery>



Revisi terkini sejak 21 Februari 2025 10.59

Minggu, 25 Agustus 2024


Salah satu bentuk kepedulian Islam pada kehidupan sosial adalah adanya aturan dalam bertetangga. Dalam Islam, kehidupan bertetangga memiliki nilai yang sangat penting dan dianggap sebagai bagian dari ibadah.

Dalam berbagai hadis, Rasulullah Saw. selalu menekankan pentingnya bersikap baik terhadap tetangga, bahkan saking seringnya mendapatkan wasiat tentang berbuat baik dalam bertetangga, Rasulullah Saw. menyangka bahwa tetangga pun berhak mendapatkan waris.

Apa saja kewajiban kita sebagai tetangga? Bagaimana bertetangga dengan mubadalah?

Mari mengaji Hadis dari Kitab Nabiyyurrahmah: Bertetangga Secara Baik

Hari/Tanggal Minggu, 25 Agustus 2024
Waktu : 05.30 - 07.00 WIB
Narasumber : Lailatul Fithriyah Azzakiyah, S.H.I., M.Pd.I (Pengasuh Bayt Al-Hikmah Foundation Malang, Simpul Rahima Jawa Timur)
Narasumber : Faqihuddin Abdul Kodir (Penggagas Metode Mubadalah, Founder Mubadalah.id, Muallif Kitab Nabiyyurrahmah)
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=NxZlY0cy1xA