Lompat ke isi

Masriyah Amva: Perjuangkan Kesetaraan Gender Tak Rusak Agama: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://www.kompas.id/baca/nama-peristiwa/2019/09/26/nyai-masriyah-amva-besar-karena-menghargai-perbedaan kompas.id] |- |Pe...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://www.kompas.id/baca/nama-peristiwa/2019/09/26/nyai-masriyah-amva-besar-karena-menghargai-perbedaan kompas.id]
|[https://news.detik.com/berita/d-5540283/masriyah-amva-perjuangkan-kesetaraan-gender-tak-rusak-agama detikNews]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|ABDULLAH FIKRI ASHRI
|Deden Gunawan
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|26 September 2019 13:59 WIB
|Rabu, 21 Apr 2021 06:45 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://www.kompas.id/baca/nama-peristiwa/2019/09/26/nyai-masriyah-amva-besar-karena-menghargai-perbedaan Nyai Masriyah Amva: Kita Besar karena Menghargai Perbedaan]
|[https://news.detik.com/berita/d-5540283/masriyah-amva-perjuangkan-kesetaraan-gender-tak-rusak-agama Masriyah Amva: Perjuangkan Kesetaraan Gender Tak Rusak Agama]
|}Pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Nyai [[Masriyah Amva]] (57) kerap ditanyai tentang sikapnya terkait berbagai pertentangan, mulai pemilihan presiden hingga film berlatar belakang pesantren yang dianggap kontroversial. Jawabannya pun selalu sama: mendukung yang pro dan kontra. Dengan menghargai perbedaan, ia merasa berjiwa besar.  
|}Jakarta - Di lingkungan pesantren yang umumnya menganut budaya patriarki, tampilnya perempuan sebagai pemimpin tentu menjadi tak lazim. Tak heran bila kemudian terjadi cemoohan hingga pengucilan. Nyai [[Masriyah Amva]] selama bertahun-tahun mengalami hal itu ketika mulai memimpin Pesantren Kebon Jambu al-Islamy di Babakan Ciwaringin, Cirebon. Dia terpaksa menggantikan suaminya, KH Muhammad, yang meninggal dunia pada 2007.  


”Lama-lama, nanti santri Kebon Jambu kumpul terus berdiri pegang poster atau spanduk berisi, kami mendukung ulama yang pro dan kontra,” ujar Nyai Masriyah dalam obrolan bersama ''Kompas'', Minggu (22/9/2019) sore di kediamannya, Kecamatan Ciwaringin, Cirebon. Pernyataan itu menanggapi perbedaan pendapat sejumlah ulama terkait film berlatar belakang pesantren yang bakal tayang di layar kaca. . . . . .
"Satu persatu orang tua menjemput anaknya yang nyantri di sini. Para alumni dan pengurus pesantren pun diam-diam mencibir. Mereka memandang saya sebelah mata," kenang Masriyah saat ditemui tim Blak-blakan detikcom, Jumat (9/4/2021).
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]