Masriyah Amva: Perjuangkan Kesetaraan Gender Tak Rusak Agama: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://www.kompas.id/baca/nama-peristiwa/2019/09/26/nyai-masriyah-amva-besar-karena-menghargai-perbedaan kompas.id] |- |Pe...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://news.detik.com/berita/d-5540283/masriyah-amva-perjuangkan-kesetaraan-gender-tak-rusak-agama detikNews] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Deden Gunawan | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |Rabu, 21 Apr 2021 06:45 WIB | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://news.detik.com/berita/d-5540283/masriyah-amva-perjuangkan-kesetaraan-gender-tak-rusak-agama Masriyah Amva: Perjuangkan Kesetaraan Gender Tak Rusak Agama] | ||
|} | |}Jakarta - Di lingkungan pesantren yang umumnya menganut budaya patriarki, tampilnya perempuan sebagai pemimpin tentu menjadi tak lazim. Tak heran bila kemudian terjadi cemoohan hingga pengucilan. Nyai [[Masriyah Amva]] selama bertahun-tahun mengalami hal itu ketika mulai memimpin Pesantren Kebon Jambu al-Islamy di Babakan Ciwaringin, Cirebon. Dia terpaksa menggantikan suaminya, KH Muhammad, yang meninggal dunia pada 2007. | ||
"Satu persatu orang tua menjemput anaknya yang nyantri di sini. Para alumni dan pengurus pesantren pun diam-diam mencibir. Mereka memandang saya sebelah mata," kenang Masriyah saat ditemui tim Blak-blakan detikcom, Jumat (9/4/2021). | |||
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]] | [[Kategori:Jejak Masriyah Amva]] | ||