Lompat ke isi

Masriyah Amva: INGIN DIMABUK ASMARA: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia]
|[https://kepadapuisi.blogspot.com/2014/05/ingin-dimabuk-asmara.html kepadapuisi.blogspot.com]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Editor : Triwinarno
|M. Nahdiansyah Abdi di <abbr>18.33</abbr>
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|23/10/2020 05:15
|Minggu, 04 Mei 2014
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva]
|[https://kepadapuisi.blogspot.com/2014/05/ingin-dimabuk-asmara.html Masriyah Amva: INGIN DIMABUK ASMARA]
|}PESANTREN menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.
|}Beberapa pilihan puisi '''[[Masriyah Amva]]''' dalam ''Ingin Dimabuk Asmara''


Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
'''Aku Hancur'''


Di pesantren ini justru seorang nyailah yang menjadi pemimpin utama.
Aku hancur lebur


"Dulunya pesantren ini dipimpin oleh suami saya, tetapi beliau wafat. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren ini," ungkap Nyai [[Masriyah Amva]] pemimpin Pesantren Kebon Jambu.
Kala aku melihat kenyataan


Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. Masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.
Dan merasakan ketidakadilan


"Saya ingat waktu awal-awal suami meninggal satu per satu santri pergi meninggalkan pesantren ini. Orangtua mereka datang dan izin untuk memindahkan anak-anaknya ke pesantren lain," ujarnya kembali.
Tentu,


Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya Sang Mahakuasalah yang dapat menolongnya. Perlahan, tapi pasti Masriyah Amva mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.
Karena aku masih merasakan


Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? Lalu bagaimana respons dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?
Selain mencintaimu


Cerita sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul Pesan dari sang Nyai yang tayang dalam program Melihat Indonesia di Metro TV pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 10.30 WIB. (RO/H-1)
Dan masih menuntut cinta
 
Selain cintamu
 
''Makkah, 28 April 2008''
 
'''Cintamu dan Cinta Semu'''
 
Tuhan…
 
Engkau adalah cintaku
 
Di saat aku jera dengan cinta selain-Mu
 
Di saat aku tak memiliki cinta selain cinta-Mu
 
Di saat aku tak membutuhkan cinta selain cinta-Mu
 
Di saat aku hanya melihat cinta-Mu
 
Biarkan…
 
Aku hanya merasa cukup dengan cinta-Mu
 
Aku hanya merasa bahagia dengan Dirimu
 
Tuhan…
 
Engkau adalah cintaku
 
Di saat aku tahu bahwa semua cinta itu semu
 
Dan di saat aku merasakan bahwa semua
 
cinta bagai empedu
 
''Makkah, 28 April 2008''
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]

Revisi terkini sejak 15 Juli 2025 09.18

Info Artikel

Sumber Original : kepadapuisi.blogspot.com
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi di 18.33
Tanggal Publikasi : Minggu, 04 Mei 2014
Artikel Lengkap : Masriyah Amva: INGIN DIMABUK ASMARA

Beberapa pilihan puisi Masriyah Amva dalam Ingin Dimabuk Asmara

Aku Hancur

Aku hancur lebur

Kala aku melihat kenyataan

Dan merasakan ketidakadilan

Tentu,

Karena aku masih merasakan

Selain mencintaimu

Dan masih menuntut cinta

Selain cintamu

Makkah, 28 April 2008

Cintamu dan Cinta Semu

Tuhan…

Engkau adalah cintaku

Di saat aku jera dengan cinta selain-Mu

Di saat aku tak memiliki cinta selain cinta-Mu

Di saat aku tak membutuhkan cinta selain cinta-Mu

Di saat aku hanya melihat cinta-Mu

Biarkan…

Aku hanya merasa cukup dengan cinta-Mu

Aku hanya merasa bahagia dengan Dirimu

Tuhan…

Engkau adalah cintaku

Di saat aku tahu bahwa semua cinta itu semu

Dan di saat aku merasakan bahwa semua

cinta bagai empedu

Makkah, 28 April 2008