Lompat ke isi

2025-07-06 Menulis Ulang Sejarah Ulama Perempuan: Samia Kotele Usung Penelitian Relasional, Bukan Ekstraktif: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://swararahima.com/2025/01/20/konsolidasi-jaringan-ulama-perempuan-super-jabar/ Rahima] |- |Penulis |: |swararahima |-...'
 
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://swararahima.com/2025/01/20/konsolidasi-jaringan-ulama-perempuan-super-jabar/ Rahima]
|[https://mubadalah.id/menulis-ulang-sejarah-ulama-perempuan-samia-kotele-usung-penelitian-relasional-bukan-ekstraktif/ mubadalah.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|swararahima
|Redaksi
|-
|-
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|20 Januari 2025
|06/07/2025
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://swararahima.com/2025/01/20/konsolidasi-jaringan-ulama-perempuan-super-jabar/ Konsolidasi Jaringan Ulama Perempuan SupeR Jabar]
|[https://mubadalah.id/menulis-ulang-sejarah-ulama-perempuan-samia-kotele-usung-penelitian-relasional-bukan-ekstraktif/ Menulis Ulang Sejarah Ulama Perempuan: Samia Kotele Usung Penelitian Relasional, Bukan Ekstraktif]
|}
|}
[[Berkas:BrtKUPI2025-0120.jpg|jmpl|500x500px]]
[[Mubadalah]].id – Penelitian tentang sejarah ulama perempuan Indonesia tak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara lama yang hanya mengekstraksi data dari [[komunitas]] tanpa memberi timbal balik.
[[Rahima]] telah melakukan Konsolidasi Simpul [[Ulama Perempuan]] Rahima Jawa Barat (SupeR Jabar). Pada tanggal 28-29 November 2024 di Hotel Shakti Bandung. Kegiatan Konsolidasi SupeR Jabar ini dihadiri oleh 16 peserta yang terdiri dari Ulama Perempuan Muda dan Simpul Rahima Jawa Barat.


Konsolidasi Simpul Ulama Perempuan Rahima Jawa Barat (SupeR Jabar) difasilitasi oleh Ibu Pera Sopariyanti (Direktur Rahima) dan Ibu Neng Hanna (Simpul Rahima Jawa Barat dan Dosen UIN Sunan Gunung Jati, Bandung).
Hal itu ditegaskan oleh Samia Kotele, MA., Ph.D., peneliti sejarah asal Lyon University, Prancis, dalam Halaqoh Nasional bertajuk ''“Menulis Ulang Sejarah [[Ulama Perempuan]] Indonesia: Sebuah Pendekatan Dekolonial”'' yang digelar di Kampus Transformatif ISIF, Majasem, Kota Cirebon, Ahad (6/7/2025).


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Konsolidasi SupeR Jabar ini menghasilkan visi, yaitu “Masyarakat Jawa Barat yang mampu bertransformasi melalui kesadaran kritis menuju kehidupan yang silih asah, silih asih, silih asuh, bermartabat, berkeadilan sosial dan berkelanjutan”.
“Penelitian saya harus bersifat relasional, bukan ekstraktif,” ujar Samia, tegas. “Ia harus memberi manfaat nyata bagi komunitas yang saya teliti. Kita harus memandang masyarakat bukan sekadar objek informasi, tetapi sebagai mitra dalam penciptaan pengetahuan.


Konsolidasi ini menjadi ruang dalam membentuk struktur dan menentukan arah gerak SupeR Jabar ke depan. SupeR Jabar ini diharapkan menjadi [[jaringan]] yang memiliki gerakan yang masif dan terarah.
Menurut Samia, pendekatan seperti ini penting untuk meruntuhkan warisan kolonial dalam dunia riset, yang selama ratusan tahun telah memposisikan masyarakat lokal sekadar sebagai sumber data, bukan subjek yang punya otoritas atas narasi mereka sendiri.
 
“Saya selalu mendukung konsep kemitraan dalam riset. Karena kita juga harus mengakui suara-suara perempuan: mereka yang selama ini tidak terdengar. Bahkan sebagai bagian penting dalam perkembangan ilmu,” tuturnya. . . . . . .
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita 2025]]
[[Kategori:Berita 2025]]