Kupi Dan Santri Kebon Jambu: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Masih terbayang wajah para santri Pondok Pesantren Kebon Jambu yang bekerja siang-malam menyukseskan acara KUPI yang dilaksanakan di pesantren mereka. Sekitar dua bula...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Masih terbayang wajah para santri Pondok Pesantren Kebon Jambu yang bekerja siang-malam menyukseskan acara [[KUPI]] yang dilaksanakan di pesantren mereka. Sekitar dua bulan mereka mempersiapkan segala sesuatunya agar KUPI bisa terlaksana dengan baik. Sejak meng-iya-kan, kegiatan KUPI dilaksanakan di pesantrennya, Yu Mas, panggilan Ibu Nyai Hj. Masriyah Amva, Pengasuh Pesantren Kebon Jambu, memanggil para santri senior (ustad) untuk menyukseskan acara KUPI yang dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia bahkan dunia. Oleh karena itu beliau bertekad untuk mempersiapkan dan memberikan pelayanan terbaik untuk peserta, ''observer'' dan panitia KUPI. Dalam setiap kali rapat dengan para santri Yu Mas menyampaikan akan memberikan pelayanan terbaik dalam segala hal kepada para peserta dan semua yang hadir dalam KUPI tersebut. Oleh karena itu sejak awal para santri sudah diberitahukan bahwa sebagian santri akan diliburkan, sebagian lagi akan dititipkan ke pesantren lain, dan sebagian lagi akan dipindahkan ruangannya ke gedung sekolah. | Masih terbayang wajah para santri Pondok Pesantren Kebon Jambu yang bekerja siang-malam menyukseskan acara [[KUPI]] yang dilaksanakan di pesantren mereka. Sekitar dua bulan mereka mempersiapkan segala sesuatunya agar KUPI bisa terlaksana dengan baik. Sejak meng-iya-kan, kegiatan KUPI dilaksanakan di pesantrennya, Yu Mas, panggilan Ibu Nyai Hj. [[Masriyah Amva]], Pengasuh Pesantren Kebon Jambu, memanggil para santri senior (ustad) untuk menyukseskan acara KUPI yang dilaksanakan pertama kalinya di Indonesia bahkan dunia. Oleh karena itu beliau bertekad untuk mempersiapkan dan memberikan pelayanan terbaik untuk peserta, ''observer'' dan panitia KUPI. Dalam setiap kali rapat dengan para santri Yu Mas menyampaikan akan memberikan pelayanan terbaik dalam segala hal kepada para peserta dan semua yang hadir dalam KUPI tersebut. Oleh karena itu sejak awal para santri sudah diberitahukan bahwa sebagian santri akan diliburkan, sebagian lagi akan dititipkan ke pesantren lain, dan sebagian lagi akan dipindahkan ruangannya ke gedung sekolah. | ||
Sebagaimana santri pada umumnya, yang ''sami’na wa atho’na'' kepada perintah kyai dan nyai-nya, pun demikian santri Kebon Jambu. Selama beberapa hari, mereka rela tidur tidak nyaman karena kamarnya digunakan oleh peserta dan panitia KUPI. Di samping itu, mereka juga harus rela tidur larut malam bahkan hingga pukul 03.00 dini hari, karena harus membersihkan sampah, merapikan kursi, dan menyiapkan segala sesuatunya untuk acara di esok hari. Para santri yang menjadi panitia di seksi keamanan dan parkir kendaraan, harus memastikan kendaraan peserta dan pengunjung aman, maka harus dijaga 24 jam. | Sebagaimana santri pada umumnya, yang ''sami’na wa atho’na'' kepada perintah kyai dan nyai-nya, pun demikian santri Kebon Jambu. Selama beberapa hari, mereka rela tidur tidak nyaman karena kamarnya digunakan oleh peserta dan panitia KUPI. Di samping itu, mereka juga harus rela tidur larut malam bahkan hingga pukul 03.00 dini hari, karena harus membersihkan sampah, merapikan kursi, dan menyiapkan segala sesuatunya untuk acara di esok hari. Para santri yang menjadi panitia di seksi keamanan dan parkir kendaraan, harus memastikan kendaraan peserta dan pengunjung aman, maka harus dijaga 24 jam. | ||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
Sebagai panitia, kami tidak bisa memberikan imbalan apa-apa atas jasa-jasa kalian dalam mensukseskan acara ini. Kami tahu kalian sudah mengorbankan banyak hal demi suksesnya acara ini. Beberapa hari tidur kalian tidak nyenyak, beberapa hari kalian tidak belajar, beberapa hari kalian tidak menghafal ''Nadzam Imrithi, Alfiyah, Juz ‘Amma'', Surat ''Wajibat'', dan kewajiban pesantren lainnya. Hanya ucapan terima kasih, ''jazakumullah ahsanal jaza'', kepada seluruh santri Pondok Pesantren Kebon Jambu yang sudah terlibat dalam acara KUPI. | Sebagai panitia, kami tidak bisa memberikan imbalan apa-apa atas jasa-jasa kalian dalam mensukseskan acara ini. Kami tahu kalian sudah mengorbankan banyak hal demi suksesnya acara ini. Beberapa hari tidur kalian tidak nyenyak, beberapa hari kalian tidak belajar, beberapa hari kalian tidak menghafal ''Nadzam Imrithi, Alfiyah, Juz ‘Amma'', Surat ''Wajibat'', dan kewajiban pesantren lainnya. Hanya ucapan terima kasih, ''jazakumullah ahsanal jaza'', kepada seluruh santri Pondok Pesantren Kebon Jambu yang sudah terlibat dalam acara KUPI. | ||
Kami tahu kalian sangat ikhlas membantu kami dalam menyukseskan acara KUPI, sebagaimana amanat Ibu Nyai kalian. Lima buah buku profil ulama perempuan yang kalian minta untuk dibaca-baca, kalian terima dengan suka cita. Mungkin hanya itu kenang-kenangan yang kalian terima. Sebagai penanggungjawab teknis dalam mempersiapkan pembukaan KUPI, seminar Nasional, diskusi paralel, musyawarah keagamaan, dan penutupan KUPI, saya sangat berhutang budi pada kalian. Tanpa kalian, entahlah apa yang akan terjadi. | Kami tahu kalian sangat ikhlas membantu kami dalam menyukseskan acara KUPI, sebagaimana amanat Ibu Nyai kalian. Lima buah buku profil [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] yang kalian minta untuk dibaca-baca, kalian terima dengan suka cita. Mungkin hanya itu kenang-kenangan yang kalian terima. Sebagai penanggungjawab teknis dalam mempersiapkan pembukaan KUPI, seminar Nasional, diskusi paralel, [[musyawarah]] keagamaan, dan penutupan KUPI, saya sangat berhutang budi pada kalian. Tanpa kalian, entahlah apa yang akan terjadi. | ||
Pada kesempatan ini, saya secara pribadi dan atas nama panitia juga mohon maaf, karena tidak bisa membalas kerja-kerja kalian dalam mensukseskan acara KUPI. Kami sadar bahwa suksesnya acara KUPI di antaranya adalah karena peran dan kebesaran hati kalian. Semoga Allah membalas kerja-kerja kalian yang penuh dengan keikhlasan dan menjadikan kalian orang yang bermanfaat dan menjadi generasi penerus KUPI dimasa mendatang. | Pada kesempatan ini, saya secara pribadi dan atas nama panitia juga mohon maaf, karena tidak bisa membalas kerja-kerja kalian dalam mensukseskan acara KUPI. Kami sadar bahwa suksesnya acara KUPI di antaranya adalah karena peran dan kebesaran hati kalian. Semoga Allah membalas kerja-kerja kalian yang penuh dengan keikhlasan dan menjadikan kalian orang yang bermanfaat dan menjadi generasi penerus KUPI dimasa mendatang. | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
''(Sekretaris Yayasan [[Fahmina]]/Sekretaris II KUPI)'' | ''(Sekretaris Yayasan [[Fahmina]]/Sekretaris II KUPI)'' | ||
[[Kategori:Refleksi]] | [[Kategori:Refleksi]] | ||
[[Kategori:Refleksi Kongres 1]] | |||