Lompat ke isi

Ketika "Burung" Dilepas: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'Menjelang burung-burung dara dilepas, mataku terus menatap panggung bersahaja tetapi begitu anggun. Di sana aku melihat banyak ulama Perempuan berdiri berjejer dengan...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
Menjelang burung-burung dara dilepas, mataku terus menatap panggung bersahaja tetapi begitu anggun. Di sana aku melihat banyak [[ulama Perempuan]] berdiri berjejer dengan wajah sumringah. Mereka baru saja mengambil tugas penting: membaca Ikrar, membaca hasil-hasil Musyawarah. Mereka tampak bangga menjadi bagian dalam momen sejarah dunia, yang mungkin tak akan terulang lagi. Boleh jadi mereka akan mengenangnya sampai akhir. Sebuah kenangan yang indah dan tak akan terlupakan.
Menjelang burung-burung dara dilepas, mataku terus menatap panggung bersahaja tetapi begitu anggun. Di sana aku melihat banyak [[ulama Perempuan]] berdiri berjejer dengan wajah sumringah. Mereka baru saja mengambil tugas penting: membaca Ikrar, membaca hasil-hasil [[Musyawarah]]. Mereka tampak bangga menjadi bagian dalam momen sejarah dunia, yang mungkin tak akan terulang lagi. Boleh jadi mereka akan mengenangnya sampai akhir. Sebuah kenangan yang indah dan tak akan terlupakan.


Di depan mereka berdiri empat orang terkemuka Indonesia: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, berbaju warna ungu, Ketua DPD yang cantik nan anggun Ibu GKR Hemas, mengenakan baju warna putih semu ungu, Ninik Rahayu, Sekretaris Umum [[KUPI]] yang jelita dan lincah luar biasa, dan Badriyah Fayumi, Ketua SC yang ayu dan lembut. Keduanya mengenakan baju seragam (panitia KUPI), warna hitam bergaris batik Mega mendung.
Di depan mereka berdiri empat orang terkemuka Indonesia: Menteri Agama [[Lukman Hakim Saifuddin]], berbaju warna ungu, Ketua DPD yang cantik nan anggun Ibu GKR Hemas, mengenakan baju warna putih semu ungu, [[Ninik Rahayu]], Sekretaris Umum [[KUPI]] yang jelita dan lincah luar biasa, dan [[Badriyah Fayumi]], Ketua SC yang ayu dan lembut. Keduanya mengenakan baju seragam (panitia KUPI), warna hitam bergaris batik Mega mendung.


Mereka berdua mendampingi Pak Menteri Agama dan Ibu GKR Hemas yang akan melakukan sesuatu. Aku menatap pemandangan yang indah di atas panggung itu. Mataku tak berkedip. Tiba-tiba MC (saudari Lolly Suhenti) mengatakan: "Kepada yang terhormat Bapak Menteri Agama diminta untuk melepaskan "Burung" nya. Senyap sejenak. Lalu meledak lah tawa hadirin. Ha ha ha. Kedua orang petinggi di negeri ini tersipu-sipu. Aku juga tersenyum saja. Kata "Burung" telah membentuk pikiran publik dan mengarahkannya ke "sesuatu". Semua orang mafhum makna "sesuatu' itu. Teman di sebelah aku bergumam, "Maklum sudah tiga hari meninggalkan rumah. Pikirannya ke sana. ''Ngeres''." He he he
Mereka berdua mendampingi Pak Menteri Agama dan Ibu GKR Hemas yang akan melakukan sesuatu. Aku menatap pemandangan yang indah di atas panggung itu. Mataku tak berkedip. Tiba-tiba MC (saudari Lolly Suhenti) mengatakan: "Kepada yang terhormat Bapak Menteri Agama diminta untuk melepaskan "Burung" nya. Senyap sejenak. Lalu meledak lah tawa hadirin. Ha ha ha. Kedua orang petinggi di negeri ini tersipu-sipu. Aku juga tersenyum saja. Kata "Burung" telah membentuk pikiran publik dan mengarahkannya ke "sesuatu". Semua orang mafhum makna "sesuatu' itu. Teman di sebelah aku bergumam, "Maklum sudah tiga hari meninggalkan rumah. Pikirannya ke sana. ''Ngeres''." He he he
Baris 9: Baris 9:




'''Penulis: KH. Husein Muhammad'''
'''Penulis: KH. [[Husein Muhammad]]'''
 
''(Ketua Yayasan [[Fahmina]], Pengasuh PP. Dar al-[[Tauhid]] Arjawinangun Cirebon/Panitia Pengarah KUPI)''


''(Ketua Yayasan [[Fahmina]], Pengasuh PP. Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon/Panitia Pengarah KUPI)''
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 1]]