Lompat ke isi

Nilai-nilai Pembelajaran Kongres Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'Kongres Ulama Perempuan Indonesia, KUPI, memang sudah berlaku sekitar satu setengah bulan yang lalu. Tetapi, sulit sekali menghilangkan kenangan indah tentang KUPI....'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 9: Baris 9:
Ya, kepergian saya ke Cirebon ketika itu bertepatan dengan lomba ''tahfidz'' kakak di Bandung. Dan kata-kata yang masih terngiang darinya adalah 'mama selalu urusin perempuan lain, padahal kakak juga perempuan'. Sebuah pilihan yang sulit bagi saya, apalagi memberikan pemahaman bagi anak seusia kakak.
Ya, kepergian saya ke Cirebon ketika itu bertepatan dengan lomba ''tahfidz'' kakak di Bandung. Dan kata-kata yang masih terngiang darinya adalah 'mama selalu urusin perempuan lain, padahal kakak juga perempuan'. Sebuah pilihan yang sulit bagi saya, apalagi memberikan pemahaman bagi anak seusia kakak.


Tapi, lagi-lagi pilihan saya di KUPI terbayar. Pertama, acara ini penuh kejutan dan ilmu pengetahuan yang melimpah. Misalnya saat pembukaan dengan cara yang unik, ada al-quran, al-hadist, UUD 1945, kebijakan internasional, air, tanah, dan tumbuhan. Begitu juga saat penutupan, kelantangan dan suara yang menggetarkan dari para Ulama Perempuan se-Indonesia ketika membacakan ikrar dan rekomendasi hasil musyawarah keagamaan, serta ada burung yang berterbangan membuat suasana sangat khidmat dan syahdu.
Tapi, lagi-lagi pilihan saya di KUPI terbayar. Pertama, acara ini penuh kejutan dan ilmu pengetahuan yang melimpah. Misalnya saat pembukaan dengan cara yang unik, ada al-quran, al-hadist, UUD 1945, kebijakan internasional, air, tanah, dan tumbuhan. Begitu juga saat penutupan, kelantangan dan suara yang menggetarkan dari para Ulama Perempuan se-Indonesia ketika membacakan ikrar dan rekomendasi hasil [[musyawarah]] keagamaan, serta ada burung yang berterbangan membuat suasana sangat khidmat dan syahdu.


Limpahan pengetahuan KUPI sajikan melalui seminar internasional, seminar nasional, diskusi sembilan isu pararel, pagelaran seni dan budaya, serta belbagai layanan kesehatan, pengaduan. Pengetahuan dan pengalaman tersebut berhasil menunjukkan bahwa Islam sangatkan kompetible pada segala jaman, berhasil menjawab tantangan umat, sekaligus menghapus prasangka buruk tentang pesantren, teroris yang dilekatkan padanya. Apalagi KUPI diadakan dalam lingkungan pesantren maha nyaman dalam limpahan kasih sayang para nyai, kyai, dan santriwan santriwati.
Limpahan pengetahuan KUPI sajikan melalui seminar internasional, seminar nasional, diskusi sembilan isu pararel, pagelaran seni dan budaya, serta belbagai layanan kesehatan, pengaduan. Pengetahuan dan pengalaman tersebut berhasil menunjukkan bahwa Islam sangatkan kompetible pada segala jaman, berhasil menjawab tantangan umat, sekaligus menghapus prasangka buruk tentang pesantren, teroris yang dilekatkan padanya. Apalagi KUPI diadakan dalam lingkungan pesantren maha nyaman dalam limpahan kasih sayang para nyai, kyai, dan santriwan santriwati.
Baris 25: Baris 25:
Saya juga sempat salah mengumumkan ruangan tempat diskusi, tapi toh, panitia lain tidak menyalahkan saya, langsung diperbaiki saja. Sama halnya ketika ada panitia lain yang menunjukkan ada salah dalam buku manual buku, yang menurut beberapa orang dinilai fatal, toh oleh panitia yang lain bisa segera diselesaikan dengan cara yang baik dan melegakan.
Saya juga sempat salah mengumumkan ruangan tempat diskusi, tapi toh, panitia lain tidak menyalahkan saya, langsung diperbaiki saja. Sama halnya ketika ada panitia lain yang menunjukkan ada salah dalam buku manual buku, yang menurut beberapa orang dinilai fatal, toh oleh panitia yang lain bisa segera diselesaikan dengan cara yang baik dan melegakan.


Lainnya, sebelum penutupan acara, saya lagi-lagi nyaris melakukan kesalahan yang bisa membuat kekacauan yakni tiba-tiba laptop saya ''hang,'' padahal data akhir hasil dari musyawarah keagamaan ada di laptop saya, mungkin karena selama dua hari itu, colok cabut antar USB ke laptop saya terjadi.
Lainnya, sebelum penutupan acara, saya lagi-lagi nyaris melakukan kesalahan yang bisa membuat kekacauan yakni tiba-tiba laptop saya ''hang,'' padahal data akhir hasil dari [[Musyawarah Keagamaan|musyawarah keagamaan]] ada di laptop saya, mungkin karena selama dua hari itu, colok cabut antar USB ke laptop saya terjadi.


Memang ketika itu, membuat panik luar biasa bagi beberapa teman panitia, saya pun sampai menangis di ruang panitia, bingung, segala amalan zikir saya ''lafadz''-kan. Tapi, lagi-lagi pertolongan Allah datang. Walau laptop tak berfungsi baik, tetapi data bisa diselamatkan. Saya lega. Dan memang tidak tampak kemarahan dari wajah panitia, kupikir kepanikan yang masih wajar.
Memang ketika itu, membuat panik luar biasa bagi beberapa teman panitia, saya pun sampai menangis di ruang panitia, bingung, segala amalan zikir saya ''lafadz''-kan. Tapi, lagi-lagi pertolongan Allah datang. Walau laptop tak berfungsi baik, tetapi data bisa diselamatkan. Saya lega. Dan memang tidak tampak kemarahan dari wajah panitia, kupikir kepanikan yang masih wajar.
Baris 41: Baris 41:




'''Penulis: Yulianti Muthmainnah'''
'''Penulis: [[Yulianti Muthmainnah]]'''


''(Dosen UHAMKA Jakarta/Panitia KUPI)''
''(Dosen UHAMKA Jakarta/Panitia KUPI)''
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 1]]