KUPI: Prakarsa Ulama Perempuan Indonesia dalam Memasyarakatkan Konstitusi: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://kabardamai.id/kupi-prakarsa-ulama-perempuan-indonesia-dalam-memasyarakatkan-konstitusi/ kabardamai.id] | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |<small>''Kamis, 20 Oktober 2022''</small> | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | <small>''Ai Siti Rahayu''</small> | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://kabardamai.id/kupi-prakarsa-ulama-perempuan-indonesia-dalam-memasyarakatkan-konstitusi/ KUPI: Prakarsa Ulama Perempuan Indonesia dalam Memasyarakatkan Konstitusi] | ||
|} | |} | ||
[[Berkas:Brtkupi2-118.jpg|jmpl|500x500px|<small>doc.pri</small>]] | [[Berkas:Brtkupi2-118.jpg|jmpl|500x500px|<small>doc.pri</small>]] | ||
Tujuan pembentukan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia termasuk perempuan dalam memperoleh hak bebas dari ancaman kejahatan dan kekerasan akibat kekerasan seksual. Lahirnya gerakan sosial Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai konstitusi sebagai norma hukum tertinggi suatu negara. | Tujuan pembentukan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia termasuk perempuan dalam memperoleh hak bebas dari ancaman kejahatan dan kekerasan akibat kekerasan seksual. Lahirnya gerakan sosial Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai konstitusi sebagai norma hukum tertinggi suatu negara. | ||
| Baris 42: | Baris 38: | ||
“Harapannya dengan gerakan sosial ulama perempua ini bisa menghasilkan rumusan dan putusan pandangan keagamaannya selalu berpijak pada pengalaman korban yang hak – hak dasarnya dijamin oleh konstitusi,” pungkas Ida. | “Harapannya dengan gerakan sosial ulama perempua ini bisa menghasilkan rumusan dan putusan pandangan keagamaannya selalu berpijak pada pengalaman korban yang hak – hak dasarnya dijamin oleh konstitusi,” pungkas Ida. | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 2]] | [[Kategori:Berita Kongres 2]] | ||
[[Kategori:Berita Pra Kongres 2]] | [[Kategori:Berita Pra Kongres 2]] | ||