Lompat ke isi

Isu Poligini di Kongres Ulama Perempuan Indonesia: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'Jika tidak ada aral melintang, ratusan perempuan Islam akan memadati Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin, Cirebon, 25-27 April, ini. Mereka berencana menggelar ac...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 26: Baris 26:
Pidato Sidi sontak menyulut amarah 10 organisasi perempuan—Perwari, Bhayangkari, Persit, Pemuda Putri Indonesia, Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Gerwani, Gerakan Wanita Sosialis, Pertiwi, Wanita Demokrat Indonesia, dan Persatuan Istri Kaum Teknik. Mereka ramai-ramai memprotesnya.
Pidato Sidi sontak menyulut amarah 10 organisasi perempuan—Perwari, Bhayangkari, Persit, Pemuda Putri Indonesia, Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Gerwani, Gerakan Wanita Sosialis, Pertiwi, Wanita Demokrat Indonesia, dan Persatuan Istri Kaum Teknik. Mereka ramai-ramai memprotesnya.


Yang menarik, tidak ada satu pun organisasi Muslim yang ikut memprotes pidato tersebut. Organisasi perempuan Islam, sekali lagi, benar-benar dibuat rikuh dengan isu poligini. Ingin menolak tapi tercekat keberaniannya. Situasi psikologis yang relatif sama, sesungguhnya, juga membelenggu Gerwani saat menghadapi kasus permaduan Presiden Sukarno dengan Hartini—sebagai catatan, saat itu Fatmawati adalah ibu negara.
Yang menarik, tidak ada satu pun organisasi Muslim yang ikut memprotes pidato tersebut. Organisasi perempuan Islam, sekali lagi, benar-benar dibuat rikuh dengan isu poligini. Ingin menolak tapi tercekat keberaniannya. Situasi psikologis yang relatif sama, sesungguhnya, juga membelenggu Gerwani saat menghadapi kasus permaduan Presiden Sukarno dengan Hartini—sebagai catatan, saat itu [[Fatmawati]] adalah ibu negara.


Namun, berbeda dengan Gerwani yang anggotanya sempat geram dan memecahkan kaca rumah Hartini sebagai bentuk protesnya, organisasi perempuan Islam secara keseluruhan bersikap “minder” terkait permaduan. Mereka diam seribu bahasa.
Namun, berbeda dengan Gerwani yang anggotanya sempat geram dan memecahkan kaca rumah Hartini sebagai bentuk protesnya, organisasi perempuan Islam secara keseluruhan bersikap “minder” terkait permaduan. Mereka diam seribu bahasa.
Baris 35: Baris 35:


=== Sinta Nuriyah: Sting Like a Bee ===
=== Sinta Nuriyah: Sting Like a Bee ===
Sungguh pun demikian, tepat sekali KUPI tahun ini memanfaatkan seoptimal mungkin ketokohan para ulama perempuan yang ada. Salah satu di antaranya adalah Ibu Sinta Nuriyah, istri KH Abdurrahman Wahid. Ia adalah sedikit sosok yang sangat disegani dan lantang menyuarakan pembelaan terhadap perempuan.
Sungguh pun demikian, tepat sekali KUPI tahun ini memanfaatkan seoptimal mungkin ketokohan para ulama perempuan yang ada. Salah satu di antaranya adalah Ibu [[Sinta Nuriyah]], istri KH Abdurrahman Wahid. Ia adalah sedikit sosok yang sangat disegani dan lantang menyuarakan pembelaan terhadap perempuan.


Jangan tanya sikapnya terkait permaduan karena ia pasti tidak ragu menolaknya. “''Who can be fair to multiple wives?”'' tanyanya argumentatif sebagaimana ditulis ''The New York Times'' (7/4) lalu.
Jangan tanya sikapnya terkait permaduan karena ia pasti tidak ragu menolaknya. “''Who can be fair to multiple wives?”'' tanyanya argumentatif sebagaimana ditulis ''The New York Times'' (7/4) lalu.
Baris 41: Baris 41:
Ia, sebagaimana saya dengar, pernah keberatan dengan salah satu ritual perkawinan adat yang akan dilakoni salah satu putrinya. Dalam pandangan ibunya, ritual “injak telor dan basuh kaki laki-laki” dianggap tidak mencerminkan penghormatan isteri terhadap suami. “Saya tidak melahirkan anak-anak saya untuk diperlakukan seperti itu!” protes Sinta Nuriyah kala itu sebagaimana saya dengar dari seorang sumber.
Ia, sebagaimana saya dengar, pernah keberatan dengan salah satu ritual perkawinan adat yang akan dilakoni salah satu putrinya. Dalam pandangan ibunya, ritual “injak telor dan basuh kaki laki-laki” dianggap tidak mencerminkan penghormatan isteri terhadap suami. “Saya tidak melahirkan anak-anak saya untuk diperlakukan seperti itu!” protes Sinta Nuriyah kala itu sebagaimana saya dengar dari seorang sumber.


Barangkali, perlawanan paling heroik yang pernah ia lakukan terhadap poligini terjadi pada Muktamar Nahdlatul Ulama di Boyolali tiga belas tahun silam. Dengan garang, Sinta Nuriyah mengkritik panitia muktamar yang menggunakan katering RM Ayam Bakar Wong Solo milik Puspo Wardoyo, peraih Poligami Award.
Barangkali, perlawanan paling heroik yang pernah ia lakukan terhadap poligini terjadi pada Muktamar Nahdlatul Ulama di Boyolali tiga belas tahun silam. Dengan garang, Sinta Nuriyah mengkritik panitia muktamar yang menggunakan katering RM Ayam Bakar Wong Solo milik Puspo Wardoyo, peraih [[Poligami]] Award.


“Kami sesalkan tindakan panitia yang menghidangkan makanan dari Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo, apa maksud panitia tersebut? Bagi kami, ini pelecehan dan menginjak-injak harkat dan martabat perempuan, karena pemilik ayam bakar Wong Solo itu pelaku poligami,” seperti dikutip detik.com (28/11) saat disampaikan di rumah Mahfud MD di kawasan Maguwoharjo Sleman.
“Kami sesalkan tindakan panitia yang menghidangkan makanan dari Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo, apa maksud panitia tersebut? Bagi kami, ini pelecehan dan menginjak-injak harkat dan martabat perempuan, karena pemilik ayam bakar Wong Solo itu pelaku poligami,” seperti dikutip detik.com (28/11) saat disampaikan di rumah Mahfud MD di kawasan Maguwoharjo Sleman.
Baris 62: Baris 62:
'''Penulis: Aan Anshori'''
'''Penulis: Aan Anshori'''


''(Koordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD), aktifis GUSDURian)''
''(Koordinator [[Jaringan]] Islam Antidiskriminasi (JIAD), aktifis [[GUSDURian]])''


''(Sumber: Geotime, Senin 24 April 2017)''
''(Sumber: Geotime, Senin 24 April 2017)''
[[Kategori:Diskursus]]
[[Kategori:Diskursus]]
[[Kategori:Diskursus Kongres 1]]