Eksistensi Ulama Perempuan Patut Dihargai: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 7: | Baris 7: | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |26 April 2017 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | | | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[http:// | |[http://www.kabar-cirebon.com/2017/04/eksistensi-ulama-perempuan-patut-dihargai/ Eksistensi Ulama Perempuan Patut Dihargai] | ||
|} | |} | ||
Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab. | Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab. | ||
| Baris 38: | Baris 37: | ||
“Kami ingin membangun kepercayaan perempuan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, justru menjunjung tinggi peran perempuan. Tantangan kesetaraan perempuan memang besar. Sebetulnya Indonesia sudah cukup baik dalam soal kesetaraan. Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik,” imbuhnya. '''(C-11)''' | “Kami ingin membangun kepercayaan perempuan bahwa dalam Islam tidak ada diskriminasi, justru menjunjung tinggi peran perempuan. Tantangan kesetaraan perempuan memang besar. Sebetulnya Indonesia sudah cukup baik dalam soal kesetaraan. Hanya saja Indonesia kurang menjual hal tersebut ke publik,” imbuhnya. '''(C-11)''' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||