Temu Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
| | |Kompas | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |25 April 2017 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
| | |Temu Ulama Perempuan | ||
|} | |} | ||
'''Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Modal Bangsa.''' | |||
''Lebih dari 700 perempuan ulama, akademisi, dan perempuan aktivis duduk bersama pada Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang dimulai selasa (25/4) ini di Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertukar pikiran tentang sejumlah persoalan.'' | ''Lebih dari 700 perempuan ulama, akademisi, dan perempuan aktivis duduk bersama pada Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang dimulai selasa (25/4) ini di Cirebon, Jawa Barat. Mereka akan bertukar pikiran tentang sejumlah persoalan.'' | ||
[[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) yang akan berlangsung hingga kamis (27/4) direncanakan menghasilkan ikrar keulamaan perempuan Indonesia, [[fatwa]], dan rekomendasi. | [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) yang akan berlangsung hingga kamis (27/4) direncanakan menghasilkan ikrar keulamaan perempuan Indonesia, [[fatwa]], dan rekomendasi. | ||
| Baris 51: | Baris 48: | ||
Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyatakan tiga hal menyangkut kerukunan pertama, [[tradisi]] toleransi telah ada sejak zaman dahulu dalam masyarakat Indonesia. Kedua, memperkokoh landasan pemersatu bangsa, yakni Pancasila, dalam segala lini kehidupan berbangsa. Ketiga, menghidupkan dan memelihara tradisi gotong-royong untuk mengatasi perbedaan. '''(IKI/ODY/DIM/ZAL/HAR)''' | Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyatakan tiga hal menyangkut kerukunan pertama, [[tradisi]] toleransi telah ada sejak zaman dahulu dalam masyarakat Indonesia. Kedua, memperkokoh landasan pemersatu bangsa, yakni Pancasila, dalam segala lini kehidupan berbangsa. Ketiga, menghidupkan dan memelihara tradisi gotong-royong untuk mengatasi perbedaan. '''(IKI/ODY/DIM/ZAL/HAR)''' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||