Lompat ke isi

2023 Kumpulan Ceramah Ramadan Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:Buku Kumpulan Ceramah Ramadan Ulama Perempuan.jpg|italic title=Kumpulan Ceramah Ramadan [[Ulama Perempuan]]|isbn=-|pub_date=Cetakan Pertama, 2024|pages=xii + 273 halaman|notes=[https://swararahima.com/2023/08/04/kumpulan-ceramah-ramadan-ulama-perempuan/ (Download PDF)]|editor=*Wandi Isdiyanto
{|
*Pera Soparianti|name=|author=|title_orig=Kumpulan Ceramah Ramadan [[Ulama Perempuan]]}}
|Sumber
 
|:
''Alhamdulillah,'' rasa syukur yang sangat dalam atas terbitnya buku kumpulan ceramah ramadhan ulama perempuan yang tayang selama tiga tahun di kanal youtube swa– rarahima dotcom dengan nama “Ngabuburit.” Buku ini hadir salah satunya untuk menjawab kebutuhan para penceramah yang sering kebanjiran ''job'' selama ramadhan. Saya beberapa kali diminta oleh sebagian kolega untuk memberikan masukan terkait tema maupun dalil yang relevan untuk materi ceramah ramadhan baik di radio, youtube, podcast, dan lainnya selama ramadhan. Saya sangat senang, karena pesan kebaikan bagi perempuan dalam tema-tema ramadan mulai disuarakan oleh berbagai pihak.
|[https://swararahima.com/2023/08/04/kumpulan-ceramah-ramadan-ulama-perempuan/ Swara Rahima]
|-
|Judul Buku
|:
|'''Kumpulan Ceramah Ramadan [[Ulama Perempuan]]'''
|-
|Penulis
|:
|Nyai [[Afwah Mumtazah]], Nyai Aimmatul Muslimah, Nyai [[Aisyah Arsyad]], Nyai [[Anisatul Hamidah]], Nyai Arifah Millati Agustina, Nyai Arista Dwi Saputri, Nyai Asriani Arsyad, Kiai [[Cecep Jaya Karama]], Nyai [[Dahliah]], Nyai Ema Rahmawati, Nyai Eni Farihatin, Nyai [[Enik Maslahah]], Nyai Ernawati, Nyai Ery Khaeriyah, Kiai [[Faqihuddin Abdul Kodir]], Nyai Faridatul Ghufroniyah, Nyai [[Fatmawati]], Nyai Halimatus Sa'dyah, Nyai Haniah, Nyai Hanifah Muyassarah, Nyai Isti'anah, Nyai [[Khotimatul Husna]], Nyai Lailatul Fithriyah Azzakiyah, Nyai [[Luluk Farida]] Muchtar, Nyai Mahmudah, Nyai Maryam B, Nyai Mia Faizah Imron, Nyai Najmatul Millah, Nyai [[Neng Hannah]], Nyai Neng [[Ida Nurhalida]], Nyai Nia Ramdaniati, Nyai Nur Afiyah, Nyai [[Nur Rochimah]], Nyai [[Nur Rofiah]], Nyai [[Nurlia Sultan]], Nyai Nurun Sariyah, Nyai Pera Sopariyanti, Nyai Rahma Amir, Nyai [[Ratna Ulfatul Fuadiyah]], Nyai Raudlatun, Nyai [[Samsidar]] Jamaluddin, Nyai [[Shulhah Syarifah]], Nyai Silvia Rahmah, Nyai Siti Alfijah, Nyai Siti [[Muyassarotul Hafidzoh]], Nyai Siti Ruqoyyah, Nyai Titik Rahmawati, Nyai Ulfatun Hasanah, Nyai Ulya Izzati, Nyai Umdah El Baroroh, Nyai [[Umdatul Choirot]], Nyai [[Umi Hanik]], Nyai [[Umi Hanisah]], Nyai Wahyuni Shifaturrohmah, Nyai [[Zaenab Abdullah]], Nyai Zulfi Zumala Dwi Andriani.
|-
|Editor
|:
|Wandi Isdiyanto dan Pera Soparianti
|-
|Collecting data
|:
|Isthiqonita dan Binta Rati
|-
|Penerbit
|:
|[[Rahima]]
|-
|Cetakan
|:
|''-''
|-
|Tahun Terbit
|:
| -
|-
|Halaman dan Dimensi
|:
|xii + 273 halaman
|-
|ISBN
|:
|<nowiki>-</nowiki>
|-
|Akses Buku
|:
|[https://swararahima.com/2023/08/04/kumpulan-ceramah-ramadan-ulama-perempuan/ Download]
|}
[[Berkas:Buku Kumpulan Ceramah Ramadan Ulama Perempuan.jpg|ka|nirbing]]
Alhamdulillah, rasa syukur yang sangat dalam atas terbitnya buku kumpulan ceramah ramadhan ulama perempuan yang tayang selama tiga tahun di kanal youtube swa– rarahima dotcom dengan nama “Ngabuburit.” Buku ini hadir salah satunya untuk menjawab kebutuhan para penceramah yang sering kebanjiran ''job'' selama ramadhan. Saya beberapa kali diminta oleh sebagian kolega untuk memberikan masukan terkait tema maupun dalil yang relevan untuk materi ceramah ramadhan baik di radio, youtube, podcast, dan lainnya selama ramadhan. Saya sangat senang, karena pesan kebaikan bagi perempuan dalam tema-tema ramadan mulai disuarakan oleh berbagai pihak.


Pada awalnya kami di Rahima sempat ragu, apakah para Bu Nyai berani mengisi cermah ramadhan di Youtube (awal pandemi 2020)? Mengingat selama ini belum banyak yang berani tampil, karena takut di-''bully'' netizen, takut keliru, dan lain sebagainya. Ketakutan memang lazim terjadi mengingat para pengguna media sosial merasa luwes mem-''bully'' terutama kepada perempuan. Pem-bullyan banyak terjadi ketika nitizen menemukan ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan pemahaman yang ia miliki sebelumnya.
Pada awalnya kami di Rahima sempat ragu, apakah para Bu Nyai berani mengisi cermah ramadhan di Youtube (awal pandemi 2020)? Mengingat selama ini belum banyak yang berani tampil, karena takut di-''bully'' netizen, takut keliru, dan lain sebagainya. Ketakutan memang lazim terjadi mengingat para pengguna media sosial merasa luwes mem-''bully'' terutama kepada perempuan. Pem-bullyan banyak terjadi ketika nitizen menemukan ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan pemahaman yang ia miliki sebelumnya.