2023 Kumpulan Ceramah Ramadan Ulama Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:Buku Kumpulan Ceramah Ramadan Ulama Perempuan.jpg|italic title=Kumpulan Ceramah Ramadan [[Ulama Perempuan]]|isbn=-|pub_date=Cetakan Pertama, 2024|pages=xii + 273 halaman|notes=[https://swararahima.com/2023/08/04/kumpulan-ceramah-ramadan-ulama-perempuan/ (Download PDF)]|editor=*Wandi Isdiyanto | |||
{| | *Pera Soparianti|name=|author=|title_orig=Kumpulan Ceramah Ramadan [[Ulama Perempuan]]}} | ||
|: | ''Alhamdulillah,'' rasa syukur yang sangat dalam atas terbitnya buku kumpulan ceramah ramadhan ulama perempuan yang tayang selama tiga tahun di kanal youtube swa– rarahima dotcom dengan nama “Ngabuburit.” Buku ini hadir salah satunya untuk menjawab kebutuhan para penceramah yang sering kebanjiran ''job'' selama ramadhan. Saya beberapa kali diminta oleh sebagian kolega untuk memberikan masukan terkait tema maupun dalil yang relevan untuk materi ceramah ramadhan baik di radio, youtube, podcast, dan lainnya selama ramadhan. Saya sangat senang, karena pesan kebaikan bagi perempuan dalam tema-tema ramadan mulai disuarakan oleh berbagai pihak. | ||
|[[ | |||
|- | |||
|Cetakan | |||
|xii + 273 halaman | |||
|[https://swararahima.com/2023/08/04/kumpulan-ceramah-ramadan-ulama-perempuan/ Download] | |||
| | |||
Alhamdulillah, rasa syukur yang sangat dalam atas terbitnya buku kumpulan ceramah ramadhan ulama perempuan yang tayang selama tiga tahun di kanal youtube swa– rarahima dotcom dengan nama “Ngabuburit.” Buku ini hadir salah satunya untuk menjawab kebutuhan para penceramah yang sering kebanjiran ''job'' selama ramadhan. Saya beberapa kali diminta oleh sebagian kolega untuk memberikan masukan terkait tema maupun dalil yang relevan untuk materi ceramah ramadhan baik di radio, youtube, podcast, dan lainnya selama ramadhan. Saya sangat senang, karena pesan kebaikan bagi perempuan dalam tema-tema ramadan mulai disuarakan oleh berbagai pihak. | |||
Pada awalnya kami di Rahima sempat ragu, apakah para Bu Nyai berani mengisi cermah ramadhan di Youtube (awal pandemi 2020)? Mengingat selama ini belum banyak yang berani tampil, karena takut di-''bully'' netizen, takut keliru, dan lain sebagainya. Ketakutan memang lazim terjadi mengingat para pengguna media sosial merasa luwes mem-''bully'' terutama kepada perempuan. Pem-bullyan banyak terjadi ketika nitizen menemukan ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan pemahaman yang ia miliki sebelumnya. | Pada awalnya kami di Rahima sempat ragu, apakah para Bu Nyai berani mengisi cermah ramadhan di Youtube (awal pandemi 2020)? Mengingat selama ini belum banyak yang berani tampil, karena takut di-''bully'' netizen, takut keliru, dan lain sebagainya. Ketakutan memang lazim terjadi mengingat para pengguna media sosial merasa luwes mem-''bully'' terutama kepada perempuan. Pem-bullyan banyak terjadi ketika nitizen menemukan ketidaksesuaian antara apa yang disampaikan dengan pemahaman yang ia miliki sebelumnya. | ||