Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 10; Tafsir Ulang Politik Perempuan: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2017/11/06/edisi-52/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 52.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|c...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2017/11/06/edisi-52/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 52.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 52 Tahun XV, November 2017|title_orig=|note=[https://swararahima.com/2017/11/06/edisi-52/ Download]}}Majalah Swara [[Rahima]] adalah media publikasi berkala dari Perhimpunan Rahima yang berfokus pada wacana Islam dan hak-hak perempuan, utamanya mengusung perspektif adil gender. Majalah ini menyajikan analisis, studi tafsir, dan hadis yang mendukung keadilan perempuan, serta memuat pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di [[komunitas]].
[[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 10.png|kiri|nirbing|481x481px]]
'''<u>Informasi Majalah:</u>'''
{|
|Sumber
|:
|[https://swararahima.com/2004/04/05/edisi-10/ Swara Rahima]
|-
|Nama Majalah
| :
|Majalah Swara [[Rahima]]
|-
| Tema
| :
|Tafsir Ulang Politik Perempuan
|-
|Penerbit
|:
|[[Rahima]]
|-
| Link Download
|:
|[https://swararahima.com/2004/04/05/edisi-10/ Download]
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''


Majalah ini menjadi sarana dialog dan edukasi mengenai posisi perempuan dalam Islam, sering kali melibatkan pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] sebagai pengasuh rubrik. Tulisan di dalamnya sering mengangkat tema Islam yang ramah terhadap perempuan dan menolak bias gender.
Swara Rahima edisi ke-10 ini hadir kembali di saat Indonesia sedang menjalani pesta demokrasi. Dalam edisi kali ini kami mengajak pembaca untuk mendiskusikan masalah politik perempuan. Termasuk di dalamnya menyinggung tentang partisipasi politik perempuan, maknanya dalam sejarah Islam dan juga perempuan dalam pemilu.


'''''Pembaca yang berbahagia…'''''
Politik sesungguhnya telah lama mengalami penyempitan arti. Sejak dulu politik hanya dikaitkan dengan kekuasaan dan urusan negara padahal makna politik sesungguhnya adalah apapun yang berkaitan dengan hidup kita. Bagi perempuan, desakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik adalah politik. Begitu juga cara mempengaruhi suami untuk mendapatkan hak [[nafkah]] adalah politik. Dan Swara Rahima kali ini akan mengajak pembaca lebih ''intens'' lagi membicarakan dan belantara politik.
'''''Pembaca yang budiman,'''''
Bicara politik sesungguhnya bicara siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana. Di dalamnya juga mengandung pemahaman tentang relasi kuasa antar individu, perempuan dan laki-laki, kelompok masyarakat dan organisasi beserta segala persoalannya. Sedangkan jika merujuk kepada pemahaman ''konvensional'' maka politik diartikan semata-mata persoalan kekuasaan, negara dan jabatan tertentu. Ada pemisahan mengenai publik dan privat di dalamnya, padahal dalam kenyataannya, batas antara persoalan publik dan privat sangatlah ''abstrak'', karena segala persoalan di wilayah publik akan berdampak pula di wilayah privat.
Jika dikatakan bahwa tidak ada batas yang tegas antara publik dan privat maka tentunya kiprah politik perempuan tentunya menjadi tidak sekedar keterwakilan mereka di [[lembaga]] legislatif, ataupun hanya muncul sebagai ''trend'' menjelang ''moment'' politik tertentu. Karena pada hakikatnya perempuan adalah politisi untuk dirinya sendiri. Dalam hal ini jika perempuan adalah politisi bagi dirinya sendiri maka sesungguhnya 51% perempuan Indonesia adalah juga politisi, bukan hanya mereka yang duduk di legislatif.
Akhirnya, semoga Swara Rahima dapat terus menjadi majalah pilihan pembaca terutama berkaitan dengan informasi Islam dan Hak Perempuan.
'''Redaksi'''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]]

Revisi terkini sejak 20 Maret 2026 00.18

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Tafsir Ulang Politik Perempuan
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Swara Rahima edisi ke-10 ini hadir kembali di saat Indonesia sedang menjalani pesta demokrasi. Dalam edisi kali ini kami mengajak pembaca untuk mendiskusikan masalah politik perempuan. Termasuk di dalamnya menyinggung tentang partisipasi politik perempuan, maknanya dalam sejarah Islam dan juga perempuan dalam pemilu.

Pembaca yang berbahagia…

Politik sesungguhnya telah lama mengalami penyempitan arti. Sejak dulu politik hanya dikaitkan dengan kekuasaan dan urusan negara padahal makna politik sesungguhnya adalah apapun yang berkaitan dengan hidup kita. Bagi perempuan, desakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik adalah politik. Begitu juga cara mempengaruhi suami untuk mendapatkan hak nafkah adalah politik. Dan Swara Rahima kali ini akan mengajak pembaca lebih intens lagi membicarakan dan belantara politik.

Pembaca yang budiman,

Bicara politik sesungguhnya bicara siapa mendapatkan apa, kapan dan bagaimana. Di dalamnya juga mengandung pemahaman tentang relasi kuasa antar individu, perempuan dan laki-laki, kelompok masyarakat dan organisasi beserta segala persoalannya. Sedangkan jika merujuk kepada pemahaman konvensional maka politik diartikan semata-mata persoalan kekuasaan, negara dan jabatan tertentu. Ada pemisahan mengenai publik dan privat di dalamnya, padahal dalam kenyataannya, batas antara persoalan publik dan privat sangatlah abstrak, karena segala persoalan di wilayah publik akan berdampak pula di wilayah privat.

Jika dikatakan bahwa tidak ada batas yang tegas antara publik dan privat maka tentunya kiprah politik perempuan tentunya menjadi tidak sekedar keterwakilan mereka di lembaga legislatif, ataupun hanya muncul sebagai trend menjelang moment politik tertentu. Karena pada hakikatnya perempuan adalah politisi untuk dirinya sendiri. Dalam hal ini jika perempuan adalah politisi bagi dirinya sendiri maka sesungguhnya 51% perempuan Indonesia adalah juga politisi, bukan hanya mereka yang duduk di legislatif.

Akhirnya, semoga Swara Rahima dapat terus menjadi majalah pilihan pembaca terutama berkaitan dengan informasi Islam dan Hak Perempuan.

Redaksi