Majalah Swara Rahima Edisi 19; Perempuan Merdeka, Benarkah?: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2004/04/05/edisi-10/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 10.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|c...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (5 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{ | [[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 19.png|kiri|nirbing|476x476px]] | ||
'''<u>Informasi Majalah:</u>''' | |||
{| | |||
|Sumber | |||
|: | |||
|[https://swararahima.com/2006/08/06/edisi-19/ Swara Rahima] | |||
|- | |||
|Nama Majalah | |||
| : | |||
|Majalah Swara [[Rahima]] | |||
|- | |||
|Seri | |||
|: | |||
|Nomor 19 Tahun VI, Agustus 2006 | |||
|- | |||
|Penerbit | |||
|: | |||
|Rahima | |||
|- | |||
|Link Download | |||
|: | |||
|[https://swararahima.com/2006/08/06/edisi-19/ Download] | |||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | |||
'''''Pembaca yang budiman…''''' | |||
Kali ini ''Swara Rahima'' hadir kembali di hadapan pembaca dengan mengangkat tema yang tidak kalah seru dengan edisi- edisi sebelumnya. Kebetulan ''Swara Rahima'' edisi 19 ini terbit bertepatan dengan bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, yaitu bulan Agustus. Oleh karena itu Redaksi dalam rapatnya memutuskan untuk mengangkat tema perempuan dan kemerdekaan sebagai topik pembahasan dalam edisi kali ini. | |||
Mengapa perempuan dan kemerdekaan? Perempuan dalam kehidupan ini seringkali masih terbelenggu. Heroisme peringatan kemerdekaan yang gegap gempita seringkali masih sebatas perayaan simbolis dan karenanya tak menyentuh persoalan-persoalan perempuan yang mendasar. Kemerdekaan dari penjajahan di bumi nusantara seringkali masih diwarnai ironisme. Bagaimana tidak? | |||
Di usia yang ke 61 ini bahkan masih saja terdapat kelompok-kelompok yang mencoba menodai makna kemerdekaan ini dengan berupaya meminggirkan kaum perempuan. Mereka bahkan seringkali berkedok agama dan menggunakan alat kekuasaan. Inilah yang harus kita waspadai. Agama sejak semula telah membebaskan perempuan dari segala belenggu penjajahan jahiliah. Agama mengakui kedaulatan perempuan sebagai manusia seutuhnya. Oleh karenanya agama bersuara keras ketika masyarakat jahiliah dahulu mengubur mereka dan menjadikan mereka sebagai barang warisan. Semangat membebaskan inilah yang harus kita hidupkan dari agama untuk mengisi kemerdekaan bangsa kita. | |||
Renungan inilah yang akan menjadi fokus bahasan ''Swara Rahima'' kali ini. Pembahasan topik ini juga kami sajikan dari berbagai perspektif. Untuk mengkaji lebih jauh makna kemerdekaan dan kaitannya dengan perempuan dari perspektif agama, pembaca secara lebih rinci akan bisa menikmatinya di rubrik Dirasah Tafsir dan Hadis yang diasuh oleh dua [[tokoh]] agama yang kompeten, yaitu KH. Husein Muhamad dan K. Faqihuddin Abdul Kadir, MA. | |||
Selain itu kami juga menyajikan wawancara khusus dengan dua tokoh perempuan di Indonesia yang mengupas tema kemerdekaan dan perempuan. Mereka adalah Prof. Dr. [[Saparinah Sadli]], guru besar filsafat dan mantan ketua Kajian Wanita Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dan Ibu Prof. Dr. Hj. Zaitunah Subhan, Staf Ahli Menteri Bidang Agama Kementrian Pemberdayaan Perempuan. | |||
Di samping tema kemerdekaan, kami juga menyajikan rubrik-rubrik lain yang bisa pembaca nikmati, seperti kiprah, fikrah, info, cerpen, tanya jawab agama, dan lain-lain. Tidak ketinggalan pula, kami juga mengundang salah satu alumni pelatihan madrasah Rahima untuk menulis rubrik [[jaringan]]. Rubrik ini kami sediakan sebagai wahana publikasi jaringanjaringan Rahima di daerah. | |||
Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kesetaraan, ''Swara Rahima'' berusaha menampilkan berbagai informasi tentang perempuan dan Islam. Merdeka! Selamat membaca. | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah]] | [[Kategori:Majalah]] | ||
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]] | |||