Majalah Swara Rahima Edisi 16; Islam dan Kemiskinan Melihat Wajah Perempuan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{ | [[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 16.png|kiri|nirbing|478x478px]] | ||
'''<u>Informasi Majalah:</u>''' | |||
{| | |||
|Sumber | |||
|: | |||
|[https://swararahima.com/2005/10/06/edisi-16/ Swara Rahima] | |||
|- | |||
|Nama Majalah | |||
| : | |||
|Majalah Swara [[Rahima]] | |||
|- | |||
|Seri | |||
|: | |||
|Nomor 16 Tahun V, Oktober 2005 | |||
|- | |||
|Penerbit | |||
|: | |||
|Rahima | |||
|- | |||
| Link Download | |||
|: | |||
|[https://swararahima.com/2005/10/06/edisi-16/ Download] | |||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | |||
'''''Pembaca...''''' | |||
Tema kemiskinan dan perempuan menjadi pilihan redaksi untuk edisi terakhir di tahun 2005 ini. Tema ini sengaja dipilih karena masalah kemiskinan adalah masalah yang sepertinya semakin kompleks apalagi jika dikaitkan dengan perempuan. Misalnya karena faktor kemiskinan muncul masalahmasalah lain seperti ''trafficking'' (perdagangan anak dan perempuan), bisnis seks atau kekerasan yang seolah tak kunjung selesai dan selalu meminta korban yang tidak sedikit. Layaknya lingkaran setan, kemiskinan memang menjadi faktor penyebab terbesar bagi problem sosial di masyarakat. | |||
Bila pada beberapa edisi sebelumnya redaksi mengangkat tema seperti AIDS, [[jihad]], seksualitas, pernikahan hingga ''harakah nisaiyah'' (gerakan perempuan), maka pada edisi kali ini redaksi mencoba mengangkat tema yang sesungguhnya menjadi teman sehari-hari hampir 40 juta perempuan di Indonesia, yaitu tema kemiskinan. Pada edisi kemiskinan ini diharapkan pembaca mendapatkan rujukan untuk dapat lebih memahami problem kemiskinan terutama untuk dapat bergerak bersama mengatasi kemiskinan itu sendiri. | |||
Tema kemiskinan dan perempuan pada edisi kali ini memang tidak dibahas secara menyeluruh, tetapi paling tidak akan dibedah dari bagaimana pandangan Islam, baik menurut [[al-Qur’an]] maupun [[hadits]]. Lalu dilengkapi dengan pengalaman dari aktor sosial yang bergerak bersama masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial dan da’wah. Juga ada potret bagaimana kemiskinan menjadi sumber masalah bagi masalah-masalah sosial yang lain yang dihadapi perempuan. Ditambah lagi kemiskinan yang kini semakin mendera dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang semakin membuat kaum ibu berada pada posisi yang paling sulit. Dalam hal ini nampak jelas sekali kalau para ibu menjadi pihak yang mendapatkan tekanan ekonomi yang paling berat. | |||
'''''Pembaca yang dirahmati Allah…''''' | |||
Akhirnya... edisi kali ini yang terbit juga untuk mewarnai hari anti kemiskinan sedunia (17 Oktober) ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi para pembacanya. Terutama menjadi referensi tentang bagaimana kemiskinan membelenggu kita selama ini hingga membutuhkan energi besar untuk melepaskannya bersama-sama. | |||
Semoga pula dengan ditunaikannya puasa selama bulan ramadhan 1426 H ini, kita dapat benar-benar menghayati bahwa kemiskinan dan kelaparan dapat dientaskan dan dapat membentuk empati kita kepada orang miskin. | |||
Lewat untaian kata ini pula redaksi ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya Idul Fitri 1426 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Selamat Membaca! | |||
'''Redaksi''' | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Majalah]] | [[Kategori:Majalah]] | ||
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]] | |||