Lompat ke isi

Majalah Swara Rahima Edisi 28; PRT Peran Pembantu atau Utama?: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2005/01/06/edisi-13/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 13.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|c...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2005/01/06/edisi-13/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 13.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 13 Tahun V, Januari 2005|title_orig=|note=[https://swararahima.com/2005/01/06/edisi-13/ Download]}}Majalah Swara [[Rahima]] adalah media publikasi berkala dari Perhimpunan Rahima yang berfokus pada wacana Islam dan hak-hak perempuan, utamanya mengusung perspektif adil gender. Majalah ini menyajikan analisis, studi tafsir, dan hadis yang mendukung keadilan perempuan, serta memuat pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] di [[komunitas]].
'''Informasi Majalah:'''
{|
|Sumber
|:
|[https://swararahima.com/2010/06/05/edisi-28-2/ Swara Rahima]
|-
|Nama Majalah
| :
|Majalah Swara [[Rahima]]
|-
| Tema
| :
|PRT Peran Pembantu atau Utama?
|-
|Seri
|:
|Nomor 28 Tahun IX, Agustus 2009
|-
|Penerbit
|:
|[[Rahima]]
|-
|Link Download
|:
|[https://swararahima.com/2010/06/05/edisi-28-2/ Download]
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.''{{Infobox book|publisher=[https://swararahima.com/2010/06/05/edisi-28-2/ Rahima]|image=Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 28.png|italic title=Majalah Swara Rahima|isbn=|cover_artist=|series=Nomor 28 Tahun IX, Agustus 2009|title_orig=Majalah Swara Rahima Edisi 28|note=[https://swararahima.com/2010/06/05/edisi-28-2/ Download Majalah]}}'''''Pembaca yang dimuliakan Allah swt…'''''


Majalah ini menjadi sarana dialog dan edukasi mengenai posisi perempuan dalam Islam, sering kali melibatkan pemikiran [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] sebagai pengasuh rubrik. Tulisan di dalamnya sering mengangkat tema Islam yang ramah terhadap perempuan dan menolak bias gender.
Alhamdulillah, teriring bulan berkah Ramadhan 1430 H., terbit kembali Swara Rahima edisi ke-28 bertema Spirit Ramadhan dan Hak-hak Pekerja Rumah Tangga (PRT).


Selama sebulan Ramadhan penuh, kita akan menjalankan ibadah puasa bersama. Kita sepakat, puasa bukanlah sekedar menahan haus dan lapar. Sebab puasa memiliki spirit untuk melakukan refleksi diri, membangun solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Terutama orang-orang yang selama ini tanpa disadari telah banyak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita.
PRT adalah pekerja di rumah tangga kita yang telah banyak berjasa dalam menjaga keharmonisan setiap keluarga. Apalagi di saat-saat Ramadhan, dengan penuh semangat kerja mereka menyediakan makan sahur dan buka puasa bagi putra-putri dan semua anggota keluarga kita. Ketika lebaran tiba, kita tahan mereka sejenak untuk segera bertemu anak-anak atau keluarga mereka sendiri. Setelah lebaran usai, baru kita. ijinkan mereka meninggalkan pekerjaan di rumah kita. Demi keluarga kita, mereka tak sempat merayakan hari pertama lebaran bersama keluarganya sendiri. Demikian besar jasa mereka kepada keluarga kita. Sebab itu, mari sejenak berefleksi diri. apakah setelah kerja yang kita bebankan ke PRT, kita sudah memberikan penghargaan dan memenuhi hak-hak dasarnya sebagai pekerja?
Lalu apa saja sesungguhnya hak-hak dasar PRT yang harus kita penuhi? Dalam rubrik Opini, [[Imam Nakha'i]], aktivis muslim untuk hak-hak perempuan dari Jawa Timur, dan Aida Milasari aktivis Rumpun Gema Perempuan, Jakarta, keduanya mengupas hak-hak dasar PRT dari sudut pandang agama dan juga konstitusi yang berlaku di Indonesia.
'''''Pembaca yang berbahagia...'''''
Dalam rubrik Tafsir Alquran dan Dirasah Hadis, KH. [[Husein Muhammad]] dan Faqihuddin Abdu! Kodir juga kembali mengupas bagaimana sesungguhnya Tafsir dan Hadis bertutur tentang hak-hak dasar PRT. Bagaimana pula Rasulullah dan para sahabat memperlakukan para PRT-nya? Ibrah-ibrah tersebut kita kaji dalam rubrik ini. dan dapat kita contoh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian pula, dalam rubrik Refleksi yang ditulis Ulfah Mutiah H., Akhwatuna yang ditulis Leli Nurohmah. dan juga Teropong Dunia yang dilansir Nur Rofi'ah, di dalamnya banyak informasi yang akan kita peroleh seputar PRT. Adapun rubrik lain seperti Kiprah, [[Jaringan]]. Fikrah. [[Khazanah]], Tanya Jawab, Info. dan juga Cerpen (Cerita Pendek), akan semakin menambah pula informasi bagi pembaca tentang tema beragam yang diangkatnya.
Edisi ini menampilkan rubrik baru, Profil berisi tentang aktifitas mitra-mitra Rahima dari berbagai daerah.
Suplemen menghadirkan tulisan salah satu [[tokoh]] [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], [[Afwah Mumtazah]], dari Jawa Barat. Tulisan ini bertema Refleksi Ramadhan untuk Pekerja. Perempuan yang Termarjinalkan.
Demikianlah, semoga tema yang diusung Swara Rahima ini selalu menguatkan langkah dan perjuangan kita bersama. Selamat menjalankan ibadah. puasa, Ramadhan 1430 H, Selamat Idul Fitri. Mohon. Maaf Lahir-batin.
''Wassalam.''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Majalah, Bulletin dan Suplemen]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah]]
[[Kategori:Majalah Swara Rahima]]

Revisi terkini sejak 12 Maret 2026 12.31

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : PRT Peran Pembantu atau Utama?
Seri : Nomor 28 Tahun IX, Agustus 2009
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 28; PRT Peran Pembantu atau Utama?
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 28
SeriNomor 28 Tahun IX, Agustus 2009
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca yang dimuliakan Allah swt…

Alhamdulillah, teriring bulan berkah Ramadhan 1430 H., terbit kembali Swara Rahima edisi ke-28 bertema Spirit Ramadhan dan Hak-hak Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Selama sebulan Ramadhan penuh, kita akan menjalankan ibadah puasa bersama. Kita sepakat, puasa bukanlah sekedar menahan haus dan lapar. Sebab puasa memiliki spirit untuk melakukan refleksi diri, membangun solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Terutama orang-orang yang selama ini tanpa disadari telah banyak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita.

PRT adalah pekerja di rumah tangga kita yang telah banyak berjasa dalam menjaga keharmonisan setiap keluarga. Apalagi di saat-saat Ramadhan, dengan penuh semangat kerja mereka menyediakan makan sahur dan buka puasa bagi putra-putri dan semua anggota keluarga kita. Ketika lebaran tiba, kita tahan mereka sejenak untuk segera bertemu anak-anak atau keluarga mereka sendiri. Setelah lebaran usai, baru kita. ijinkan mereka meninggalkan pekerjaan di rumah kita. Demi keluarga kita, mereka tak sempat merayakan hari pertama lebaran bersama keluarganya sendiri. Demikian besar jasa mereka kepada keluarga kita. Sebab itu, mari sejenak berefleksi diri. apakah setelah kerja yang kita bebankan ke PRT, kita sudah memberikan penghargaan dan memenuhi hak-hak dasarnya sebagai pekerja?

Lalu apa saja sesungguhnya hak-hak dasar PRT yang harus kita penuhi? Dalam rubrik Opini, Imam Nakha'i, aktivis muslim untuk hak-hak perempuan dari Jawa Timur, dan Aida Milasari aktivis Rumpun Gema Perempuan, Jakarta, keduanya mengupas hak-hak dasar PRT dari sudut pandang agama dan juga konstitusi yang berlaku di Indonesia.

Pembaca yang berbahagia...

Dalam rubrik Tafsir Alquran dan Dirasah Hadis, KH. Husein Muhammad dan Faqihuddin Abdu! Kodir juga kembali mengupas bagaimana sesungguhnya Tafsir dan Hadis bertutur tentang hak-hak dasar PRT. Bagaimana pula Rasulullah dan para sahabat memperlakukan para PRT-nya? Ibrah-ibrah tersebut kita kaji dalam rubrik ini. dan dapat kita contoh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian pula, dalam rubrik Refleksi yang ditulis Ulfah Mutiah H., Akhwatuna yang ditulis Leli Nurohmah. dan juga Teropong Dunia yang dilansir Nur Rofi'ah, di dalamnya banyak informasi yang akan kita peroleh seputar PRT. Adapun rubrik lain seperti Kiprah, Jaringan. Fikrah. Khazanah, Tanya Jawab, Info. dan juga Cerpen (Cerita Pendek), akan semakin menambah pula informasi bagi pembaca tentang tema beragam yang diangkatnya.

Edisi ini menampilkan rubrik baru, Profil berisi tentang aktifitas mitra-mitra Rahima dari berbagai daerah.

Suplemen menghadirkan tulisan salah satu tokoh ulama perempuan, Afwah Mumtazah, dari Jawa Barat. Tulisan ini bertema Refleksi Ramadhan untuk Pekerja. Perempuan yang Termarjinalkan.

Demikianlah, semoga tema yang diusung Swara Rahima ini selalu menguatkan langkah dan perjuangan kita bersama. Selamat menjalankan ibadah. puasa, Ramadhan 1430 H, Selamat Idul Fitri. Mohon. Maaf Lahir-batin.

Wassalam.