Lompat ke isi

2022 Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{{Infobox book|publisher=Rahima|image=Berkas:Buku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|italic title=Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan|isbn=|pub_date=Cetakan Pertama, Maret 2022|pages=230 halaman {{!}} 12,5cm x 19cm|notes=[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ (Download PDF)]|editor=*Andi Nur Faizah
{|
*Pera Sopariyanti|name=|author=Abdul Rosyidi, [[Afwah Mumtazah]], [[Cecep Jaya Karama]], [[Dahliah]], Debbie Affianty, [[Fatmawati]], Haniah, Isti’anah, [[Khotimatul Husna]], [[Luluk Farida]], [[Muyassarotul Hafidzoh]], [[Neng Hannah]], Nur Afiyah, Nurun Sariyah, Silvia Rahmah, Ulya Izzati, Umdah El Baroroh, Wandi Isdiyanto, Zudi Rahmanto|title_orig=Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan}}''Alhamdulillah,'' puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas terbitnya buku “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.” Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah untuk Rasulullah saw manusia agung yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam.  
|Sumber
|:
|[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Swara Rahima]
|-
|Judul Buku
|:
|'''Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan'''
|-
|Penyusun
|:
|Abdul Rosyidi, [[Afwah Mumtazah]], Cecep Jayakarama, [[Dahliah]], Debbie Affianty, [[Fatmawati]], Haniah, Isti’anah, [[Khotimatul Husna]], [[Luluk Farida]], [[Muyassarotul Hafidzoh]], [[Neng Hannah]], Nur Afiyah, Nurun Sariyah, Silvia Rahmah, Ulya Izzati, Umdah El Baroroh, Wandi Isdiyanto, Zudi Rahmanto  
|-
|Editor
|:
|Andi Nur Faizah, Pera Sopariyanti
|-
|Desain Layout
|:
|Ricky Priangga Subastiyan
|-
|Penerbit
|:
|[[Rahima]]
|-
|Cetakan
|:
|''Cetakan Pertama, 2022''
|-
|Tahun Terbit
|:
|Maret 2022
|-
|Halaman dan Dimensi
|:
|<nowiki>230 halaman | 12,5cm x 19cm</nowiki>
|-
|ISBN
|:
|<nowiki>-</nowiki>
|-
|Akses Buku
|:
|[https://swararahima.com/2023/08/02/kontra-narasi-ekstremisme-kekerasan/ Download]
|}
[[Berkas:Buku Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.jpg|ka|nirbing]]
''Alhamdulillah,'' puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas terbitnya buku “Kontra Narasi Ekstremisme Kekerasan.” Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah untuk Rasulullah saw manusia agung yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam.  


Buku yang ada ditangan para pembaca ini merupakan upaya WGWC ''(Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' sebuah platform [[jaringan]] bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstremisme (terorisme) di Indonesia bekerja sama dengan Rahima. Sebagai sebuah jaringan, WGWC (lahir pada 24 Juli 2017) didedikasikan sebagai rumah bersama dari bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstremisme kekerasan. Sementara Rahima sebagai salah satu anggota WGWC yang fokus pada pendidikan dan informasi Islam dan hakhak perempuan di Indonesia termasuk memproduksi pengetahuan. Selama 22 tahun, Rahima telah bekerja melakukan penguatan dan perluasan ulama perempuan, dan [[tokoh]] agama baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen, dan para guru agama Islam. Ekstremisme kekerasan merupakan salah satu isu yang menguat, karena itu Rahima juga memberikan penguatan kepada para ulama perempuan, tokoh agama, dan guru-guru dalam upaya pencegahan dan melakukan kontra narasi.
Buku yang ada ditangan para pembaca ini merupakan upaya WGWC ''(Working Group on Women and Preventing/ Countering Violent Extremism)'' sebuah platform [[jaringan]] bagi masyarakat sipil dan pemerintahan yang bekerja untuk memperkuat pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dalam kebijakan maupun intervensi penanggulangan radikalisme dan ekstremisme (terorisme) di Indonesia bekerja sama dengan Rahima. Sebagai sebuah jaringan, WGWC (lahir pada 24 Juli 2017) didedikasikan sebagai rumah bersama dari bagi 24 anggota jaringan yang bekerja dalam pengarusutamaan gender untuk pencegahan ekstremisme kekerasan. Sementara Rahima sebagai salah satu anggota WGWC yang fokus pada pendidikan dan informasi Islam dan hakhak perempuan di Indonesia termasuk memproduksi pengetahuan. Selama 22 tahun, Rahima telah bekerja melakukan penguatan dan perluasan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], dan [[tokoh]] agama baik yang ada di pesantren, pimpinan majelis taklim, dosen, dan para guru agama Islam. Ekstremisme kekerasan merupakan salah satu isu yang menguat, karena itu Rahima juga memberikan penguatan kepada para [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], tokoh agama, dan guru-guru dalam upaya pencegahan dan melakukan kontra narasi.


Buku ini hadir merespon kebutuhan salah satu anggota WGWC yang melakukan pendampingan kepada narapidana terorisme di [[Lembaga]] Pemasyarakatan (lapas). Mereka merasa gelisah karena salah satu temuannya adalah meski secara fisik para narapidana terorisme (napiter) dipenjara, namun mereka masih bisa memengaruhi para petugas lapas melalui ideologinya. Beberapa petugas lapas akhirnya mulai terpengaruh. Temuan ini juga dibenarkan oleh salah satu peserta perwakilan dari Dirjenpas pada acara FGD (Focus Group Discussion) untuk menggalang masukan dalam proses pembuatan buku saku. Karena itu, Rahima sebagai bagian dari lembaga anggota WGWC, mendapatkan mandat untuk membuat buku saku kontra narasi idiologi ekstrim sebagai pegangan bagi para petugas lapas.
Buku ini hadir merespon kebutuhan salah satu anggota WGWC yang melakukan pendampingan kepada narapidana terorisme di [[Lembaga]] Pemasyarakatan (lapas). Mereka merasa gelisah karena salah satu temuannya adalah meski secara fisik para narapidana terorisme (napiter) dipenjara, namun mereka masih bisa memengaruhi para petugas lapas melalui ideologinya. Beberapa petugas lapas akhirnya mulai terpengaruh. Temuan ini juga dibenarkan oleh salah satu peserta perwakilan dari Dirjenpas pada acara FGD (Focus Group Discussion) untuk menggalang masukan dalam proses pembuatan buku saku. Karena itu, Rahima sebagai bagian dari lembaga anggota WGWC, mendapatkan mandat untuk membuat buku saku kontra narasi idiologi ekstrim sebagai pegangan bagi para petugas lapas.


Dalam proses pembuatan buku ini, kami melakukan diskusi-diskusi, baik dengan anggota WGWC, perwakilan dari petugas lapas, penyuluh agama, dan tim penulis para ulama perempuan. Tersirat satu kesimpulan, bahwa propaganda ekstremisme bertumpu pada pesan-pesan teologis yang secara simultan memberi vonis kelompok tertentu seperti kafir, membahayakan umat Islam, serta layak diperangi. Narasi-narasi tersebut sengaja digunakan untuk menyulut emosi dan sentimen keagamaan sehingga penerima pesan kehilangan nalar rasionalnya dan mudah digerakkan untuk bertindak ekstrem, meskipun itu akan menimbulkan banyak korban.
Dalam proses pembuatan buku ini, kami melakukan diskusi-diskusi, baik dengan anggota WGWC, perwakilan dari petugas lapas, penyuluh agama, dan tim penulis para [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]]. Tersirat satu kesimpulan, bahwa propaganda ekstremisme bertumpu pada pesan-pesan teologis yang secara simultan memberi vonis kelompok tertentu seperti kafir, membahayakan umat Islam, serta layak diperangi. Narasi-narasi tersebut sengaja digunakan untuk menyulut emosi dan sentimen keagamaan sehingga penerima pesan kehilangan nalar rasionalnya dan mudah digerakkan untuk bertindak ekstrem, meskipun itu akan menimbulkan banyak korban.


Karena itu, buku ini menyajikan informasi lengkap dengan rujukan kitab dan buku karya para ulama dan tokoh/ pemikir Islam progresif terkait dengan persoalan ekstremisme kekerasan. Buku ini ditulis oleh 18 ulama perempuan dari berbagai latar belakang. Secara garis besar, pembahasan dalam buku kontra narasi ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama berisi informasi umum terkait dengan bagaimana mengenal napiter, bagaimana cara pendekatannya serta membangun rasa percaya diri mereka. Bagian kedua adalah inti dari kontra narasi. Bagian ini meliputi dua aspek yang saling berkelindan yaitu membangun narasi kaitannya relasi antara hamba (manusia) dengan Sang Pencipta atau disebut hablun minallah, yang termanifestasi salah satunya dalam konsep [[tauhid]], dan syirik (menyekutukan Allah). Tauhid kepada Allah Swt sejatihnya bermakna deklarasi akan keseteraan umat manusia. Penghambaan hanya kepada Allah Swt. Tidak dibenarkan segala bentuk penghambaan oleh sesama manusia kepada manusia yang lain, juga tidak boleh ada sikap memperhamba diri maupun orang lain atas dasar apapun, baik atas dasar ras, suku, status sosial, jabatan, maupun jenis kelamin. Karena sesungguhnya penghambaan kepada selain Allah Swt adalah pengkhianatan kepada ketauhidan kita.
Karena itu, buku ini menyajikan informasi lengkap dengan rujukan kitab dan buku karya para ulama dan tokoh/ pemikir Islam progresif terkait dengan persoalan ekstremisme kekerasan. Buku ini ditulis oleh 18 ulama perempuan dari berbagai latar belakang. Secara garis besar, pembahasan dalam buku kontra narasi ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama berisi informasi umum terkait dengan bagaimana mengenal napiter, bagaimana cara pendekatannya serta membangun rasa percaya diri mereka. Bagian kedua adalah inti dari kontra narasi. Bagian ini meliputi dua aspek yang saling berkelindan yaitu membangun narasi kaitannya relasi antara hamba (manusia) dengan Sang Pencipta atau disebut hablun minallah, yang termanifestasi salah satunya dalam konsep [[tauhid]], dan syirik (menyekutukan Allah). Tauhid kepada Allah Swt sejatihnya bermakna deklarasi akan keseteraan umat manusia. Penghambaan hanya kepada Allah Swt. Tidak dibenarkan segala bentuk penghambaan oleh sesama manusia kepada manusia yang lain, juga tidak boleh ada sikap memperhamba diri maupun orang lain atas dasar apapun, baik atas dasar ras, suku, status sosial, jabatan, maupun jenis kelamin. Karena sesungguhnya penghambaan kepada selain Allah Swt adalah pengkhianatan kepada ketauhidan kita.