Majalah Swara Rahima Edisi 15; HARAKAH NISAIYAH; Menembus Sekat-Sekat Dunia: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Majalah:''' | [[Berkas:Majalah Swara Rahima Edisi 15.png|kiri|nirbing|478x478px]] | ||
'''<u>Informasi Majalah:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 8: | Baris 9: | ||
| : | | : | ||
|Majalah Swara [[Rahima]] | |Majalah Swara [[Rahima]] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
| Baris 24: | Baris 21: | ||
|: | |: | ||
|[https://swararahima.com/2005/07/06/edisi-15// Download] | |[https://swararahima.com/2005/07/06/edisi-15// Download] | ||
|}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | |}''Assalamu’alaikum Wr.Wb.'' | ||
'''''Pembaca...''''' | |||
Dalam rapat redaksi beberapa waktu lalu, masalah gerakan perempuan atau ''harakah nisaiyah'' muncul untuk dibahas sebagai tema sentral edisi ke-15 ini. Kalau pada edisi ke-11 Swara Rahima pernah mengangkat tema ''ukhuwah nisaiyah'' sebagai penyemangat bagi perjuangan hak-hak perempuan, maka tema kali ini dinilai penting karena memang ''ukhuwah nisaiyah'' adalah bagian yang dapat berwujud menjadi sebuah ''harakah nisaiyah''. Tema ini disorot dan dianggap tepat, salah satunya setelah Rahima mengadakan diskusi reguler mengenai Gerakan Perempuan Islam Internasional beberapa bulan lalu dengan mengundang [[tokoh]] perempuan dari Hizbut Tahrir Indonesia, ''Women Living Under Moslem Law'' (WLUML), dan ''International Moslem Women Union'' (IMWU). | Dalam rapat redaksi beberapa waktu lalu, masalah gerakan perempuan atau ''harakah nisaiyah'' muncul untuk dibahas sebagai tema sentral edisi ke-15 ini. Kalau pada edisi ke-11 Swara Rahima pernah mengangkat tema ''ukhuwah nisaiyah'' sebagai penyemangat bagi perjuangan hak-hak perempuan, maka tema kali ini dinilai penting karena memang ''ukhuwah nisaiyah'' adalah bagian yang dapat berwujud menjadi sebuah ''harakah nisaiyah''. Tema ini disorot dan dianggap tepat, salah satunya setelah Rahima mengadakan diskusi reguler mengenai Gerakan Perempuan Islam Internasional beberapa bulan lalu dengan mengundang [[tokoh]] perempuan dari Hizbut Tahrir Indonesia, ''Women Living Under Moslem Law'' (WLUML), dan ''International Moslem Women Union'' (IMWU). | ||