Tantangan HAM bagi Perempuan di Negara Dalam OKI: Perbedaan antara revisi
Tampilan
k Agus Munawir memindahkan halaman Tantangan Ham Bagi Perempuan Di Negara Dalam OKI ke Tantangan HAM bagi Perempuan di Negara Dalam OKI tanpa membuat pengalihan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://sumutmantap.com/kabar/tantangan-ham-bagi-perempuan-di-negara-dalam-oki/ sumutmantap.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|25 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://sumutmantap.com/kabar/tantangan-ham-bagi-perempuan-di-negara-dalam-oki/ Tantangan HAM bagi Perempuan di Negara Dalam OKI] | |||
|} | |||
Komisioner Permanen Independen HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhaeni Dzuhayatin mengungkapkan pengalamannya bekerja di organisasi yang membidangi persoalan HAM di berbagai negara tersebut. | Komisioner Permanen Independen HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Siti Ruhaeni Dzuhayatin mengungkapkan pengalamannya bekerja di organisasi yang membidangi persoalan HAM di berbagai negara tersebut. | ||
| Baris 17: | Baris 36: | ||
Ketiga, sebagai komisioner perempuan dia memperkenalkan kepemimpinan yang feminis untuk bisa membangun peradaban dan kedamaian. | Ketiga, sebagai komisioner perempuan dia memperkenalkan kepemimpinan yang feminis untuk bisa membangun peradaban dan kedamaian. | ||
Tema materi yang dibahas Siti Ruhaini Dzuhayatin yakni challanges and Opportunities of Women Ulama ini Engaging with OIC. | Tema materi yang dibahas [[Siti Ruhaini Dzuhayatin]] yakni challanges and Opportunities of Women Ulama ini Engaging with OIC. | ||
Dia menyampaikannya dalam Seminar Internasional KUPI itu. Narasumber seminar selain dari ulama perempuan Indonesia juga terlibat ulama perempuan dari Pakistan Mossarat Qadeem, Zainah Anwar dari Malaysia, Hatoon Al-Fasi dari Saudi Arabia, Sureya Roble-Hersi dari Kenya, Fatima Akilu dari Nigeria, dan duta besar Afghanistan di Indonesia. | Dia menyampaikannya dalam Seminar Internasional KUPI itu. Narasumber seminar selain dari ulama perempuan Indonesia juga terlibat ulama perempuan dari Pakistan Mossarat Qadeem, Zainah Anwar dari Malaysia, Hatoon Al-Fasi dari Saudi Arabia, Sureya Roble-Hersi dari Kenya, Fatima Akilu dari Nigeria, dan duta besar Afghanistan di Indonesia. | ||
Disebutkan acara ini merupakan rangkaian dari | Disebutkan acara ini merupakan rangkaian dari [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) yang dilaksanakan pada tanggal 25-27 April 2017. (nni) | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||